MARKET DATA
Internasional

Menantu Trump Sambangi Putin Bahas Ukraina, Perang Bakal Selesai?

Tommy Patrio Sorongan,  CNBC Indonesia
23 January 2026 21:30
lustrasi bendera Rusia - Amerika Serikat. AP/
Foto: lustrasi bendera Rusia - Amerika Serikat. AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Eskalasi diplomasi untuk mengakhiri perang di Ukraina memasuki babak krusial. Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan telah menggelar pertemuan maraton selama empat jam dengan tiga utusan khusus Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Moskow pada Kamis (22/1/2026) malam waktu setempat.

Pertemuan yang berlangsung hingga dini hari tersebut menjadi pembuka jalan bagi perundingan keamanan trilateral antara Rusia, AS, dan Ukraina yang dijadwalkan berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Jumat (23/1/2026).

Mengenai komposisi delegasi, pembicaraan di Moskow melibatkan partisipasi langsung dari Putin, Yuri Ushakov, dan Kirill Dmitriev di pihak Rusia. Sementara itu, di sisi AS, Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, hadir didampingi oleh Josh Gruenbaum, yang baru saja ditunjuk Trump sebagai penasihat senior untuk Board of Peace.

Ushakov, menggambarkan pembicaraan antara Putin dan utusan AS tersebut berlangsung "substantif, konstruktif, dan sangat jujur." Meski demikian, Moskow memberikan peringatan keras bahwa perdamaian abadi mustahil tercapai tanpa penyelesaian sengketa wilayah seraya menegaskan kembali bahwa posisi Rusia tetap berpegang pada kesepakatan yang dibahas dalam KTT Trump-Putin di Anchorage, Alaska, tahun lalu.

"Tanpa menyelesaikan masalah teritorial sesuai formula yang disepakati di Anchorage, tidak ada harapan untuk mencapai penyelesaian jangka panjang," ujar Ushakov kepada wartawan, dikutip dari Reuters.

Walaupun Putin menyatakan "sangat tertarik" pada solusi diplomatik, Rusia menegaskan tidak akan mengendurkan serangan di lapangan sebelum kesepakatan final tercapai.

"Rusia akan terus mengejar tujuan operasi militer khusus secara konsisten. Ini terutama berlaku di medan perang, di mana angkatan bersenjata Rusia memegang inisiatif strategis," tambah Ushakov.

Di sisi lain, titik temu dalam perundingan ini masih sangat sulit dicapai karena adanya benturan kepentingan yang fundamental. Hambatan utama tetap pada tuntutan Putin agar Ukraina menyerahkan 20% wilayah Donetsk yang masih mereka kuasai, di mana Zelensky secara tegas menolak menyerahkan tanah yang telah dipertahankan dengan pengorbanan besar. 

"Pihak Amerika, harus diakui, telah melakukan banyak hal untuk mempersiapkannya, dan mereka berharap pertemuan ini akan sukses serta membuka prospek kemajuan pada seluruh rangkaian isu terkait penghentian konflik dan pencapaian kesepakatan damai," pungkasnya.

Saat ini, Ukraina tengah menghadapi musim dingin paling berat sejak perang dimulai. Serangan rudal dan drone Rusia terhadap infrastruktur energi telah menyebabkan ratusan ribu warga di Kyiv dan kota-kota lain hidup tanpa pemanas dan listrik di tengah suhu di bawah titik beku.

(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Terkuak! Presiden AS Ucap Janji ke Putin Rusia Bisa Jadi Anggota NATO


Most Popular
Features