Pedagang Daging Sapi di Pasar Kramat Jati Mulai Jualan Penuh Besok
Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa pedagang daging sapi di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur mulai kembali berjualan pada hari ini, Jumat (23/1/2026), setelah kemarin sempat melakukan aksi mogok berjualan karena kecewa dengan harga daging sapi yang tak kunjung membaik. Namun, belum semua pedagang daging sapi sudah berjualan.
Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, dari sekitar 25 lapak daging sapi yang ada di dalam Pasar Kramat Jati, baru 5 lapak yang sudah dibuka. Menurut informasi dari beberapa pedagang yang sudah berjualan hari ini, para pedagang lainnya baru akan kembali berjualan pada Sabtu (24/1/2026) besok.
"Yang sudah jualan lagi memang baru segini, besok sepertinya sudah mulai berjualan lagi sisanya," kata Jimmy, pedagang daging sapi di Pasar Kramat Jati saat ditemui CNBC Indonesia, Jumat (23/1/2026).
Jimmy memberikan alasan banyak pedagang yang belum berjualan kembali karena mereka masih kecewa terkait kebijakan harga daging sapi, meski sudah ada imbauan bahwa pedagang sudah diperobolehkan kembali untuk berjualan.
"Mungkin ada yang belum dapt info imbauannya, tapi mudah-mudahan besok sudah pada berjualan lagi," jelasnya.
Sementara itu, pedagang daging di luar Pasar Kramat Jati, tampak sudah berjualan kembali. Farhan, pedagang daging sapi di luar Pasar Kramat Jati, membenarkan sudah berjualan lagi hari ini.
"Iya, kemarin libur jualan dulu, karena ada seruan mogok, hari ini sudah berjualan lagi," kata Farhan.
Ia pun khawatir jika mogok berjualan terus dilakukan, berdampak pada pendapatannya.
"Ya sebenarnya enggak kuat juga kalau enggak berjualan selama berhari-hari. Mau makan apa kami nanti," terangnya.
Sebelumnya, para pedagang daging sapi melakukan aksi mogok berjualan pada Kamis kemarin dan rencananya akan berlanjut hingga Sabtu besok. Aksi mogok dilakukan karena kekecewaan pedagang terkair harga daging sapi yang kian mahal dan setelah berbagai upaya dialog tak membuahkan hasil konkret di lapangan.
Namun, rencana mogok berjualan hingga Sabtu tampaknya batal, setelah pemerintah turun tangan menangani permasalahan ini.
Ketua Umum Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) Asnawi menyampaikan bahwa organisasi pedagang kini menginstruksikan seluruh anggotanya kembali membuka aktivitas pemotongan dan berdagang seperti biasa.
Asnawi mengungkapkan, keputusan tersebut lahir dari sebuah pertemuan penting yang melibatkan pemerintah dan para pelaku usaha dari hulu hingga hilir. Dalam forum itu, berbagai kepentingan dipertemukan agar tidak terjadi lagi tarik-menarik yang merugikan pasar dan konsumen.
"Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi pada hari Kamis, 22 Januari 2026 sore ini di Kantor Kementerian Pertanian RI dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Bapak Agung Suganda yang dihadiri oleh para pihak terkait yaitu BAPANAS, Pimpinan GAPUSPINDO, Pelaku Usaha Importir Ternak Ruminansia Besar Bakalan (Feedloter), Ketua Umum JAPPDI, Ketua APDI, Kapoksi Lingkup Direktorat Kesehatan Hewan, Kapoksi Lingkup Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, dan Kapoksi Lingkup Direktorat Hilirisasi Hasil Peternakan," dalam surat terbuka JAPPDI kepada para anggotanya, dikutip Jumat (23/1/2026).
(chd/wur)