Internasional

Update Longsor Terjang Perkemahan Usai Hujan Deras, 2 Tewas-6 Hilang

tfa, CNBC Indonesia
Jumat, 23/01/2026 12:40 WIB
Foto: Amy Till via REUTERS/Amy Till

Jakarta, CNBC Indonesia - Selandia Baru diliputi duka setelah tanah longsor menghantam sebuah rumah dan area perkemahan populer di Pulau Utara. Insiden ini menewaskan dua orang dan sedikitnya enam orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Tim pencarian dan penyelamatan bekerja sepanjang malam di lokasi perkemahan Mount Maunganui, namun hingga Jumat (23/1/2026) pagi waktu setempat belum ada perkembangan signifikan terkait korban yang hilang. Polisi menyebutkan, enam orang, termasuk dua remaja, diduga tertimbun material longsor.

Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon menyampaikan belasungkawa mendalam usai mengunjungi wilayah terdampak dan bertemu dengan keluarga korban.


"Selandia Baru diliputi duka cita hari ini dan berduka bersama mereka yang kehilangan orang-orang tercinta dalam peristiwa yang benar-benar tragis ini," ujar Luxon, seperti dikutip The Guardian.

Polisi menjelaskan, longsor pertama terjadi sekitar pukul 04.50 pagi waktu setempat di kawasan Welcome Bay. Sebuah rumah tertimbun material tanah, menyebabkan dua orang tewas. Dua penghuni lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Menteri Manajemen Darurat Selandia Baru Mark Mitchell mengatakan jenazah korban ditemukan beberapa jam setelah kejadian. "Dua orang yang terjebak di dalam rumah telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," kata Mitchell.

Beberapa jam kemudian, longsor kedua terjadi di kaki Gunung Maunganui, menghantam Beachside Holiday Park, area perkemahan yang ramai dikunjungi wisatawan dan keluarga yang tengah menikmati liburan sekolah musim panas. Sejumlah kendaraan rekreasi, trailer, dan bangunan fasilitas umum dilaporkan hancur tertimpa puing.

Wali Kota setempat Mahe Drysdale mengatakan proses pencarian berlangsung dalam kondisi yang sangat sulit. Ia menambahkan, kondisi tanah di lokasi kejadian masih labil sehingga membahayakan tim penyelamat.

"Ini sangat berat bagi keluarga. Ketidakpastian tentang keberadaan orang-orang tercinta mereka menjadi beban emosional yang besar," ujar Drysdale kepada Radio New Zealand.

Sementara itu, Duta Besar China untuk Selandia Baru Wang Xiaolong mengonfirmasi bahwa salah satu korban tewas merupakan warga negara China.

"Hati kami bersama keluarga yang terdampak di masa sulit ini. Kami menghargai bantuan cepat dari Kementerian Luar Negeri dan Kepolisian Selandia Baru," tulis Wang melalui platform X.

Pihak berwenang juga masih memeriksa kemungkinan sebagian pengunjung perkemahan telah meninggalkan lokasi tanpa melapor, yang dapat memengaruhi jumlah pasti korban hilang. Superintendent Polisi Tim Anderson menyebutkan jumlah korban hilang berada dalam "angka tunggal".

Badan Pertahanan Sipil Selandia Baru sebelumnya telah mengeluarkan peringatan risiko longsor setelah hujan lebat mengguyur wilayah timur Pulau Utara sepanjang pekan ini. Masyarakat diminta segera mengevakuasi diri jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah.

Hingga kini, sejumlah ruas jalan masih ditutup akibat longsor dan banjir, membuat beberapa wilayah di Pulau Utara terisolasi. Pemerintah pun mengimbau warga untuk mematuhi seluruh arahan keselamatan di tengah cuaca ekstrem yang masih berlangsung.


(tfa/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: 21 Tahun yang Lalu, 130 Ribu Orang Tewas di Aceh Akibat Tsunami