Cuaca Buruk Menggila, 9 Anak Tewas Akibat Hujan Badai & Angin Kencang
Jakarta, CNBC Indonesia - Cuaca ekstrem kembali menelan korban jiwa di Afghanistan. Hujan lebat, angin kencang, serta tanah longsor yang dipicu badai dilaporkan telah menewaskan sedikitnya sembilan anak di sejumlah wilayah selatan dan timur negara itu, sementara ancaman baru muncul pada Kamis (22/1/2026) akibat hujan salju tebal yang melanda banyak provinsi.
Di provinsi Kandahar, Afghanistan selatan, enam anak tewas pada Rabu akibat angin kencang dan hujan deras. Departemen penanggulangan bencana setempat mengatakan cuaca buruk tersebut juga menyebabkan kerugian finansial yang signifikan di beberapa distrik.
Selain menimbulkan korban jiwa, badai di Kandahar juga merusak sejumlah rumah warga, memperparah kondisi masyarakat yang sudah rentan terhadap bencana alam.
Sementara itu, insiden terpisah terjadi di provinsi Nuristan, Afghanistan timur. Sebuah tanah longsor yang dipicu hujan lebat menghantam sebuah rumah di desa Quraish pada Rabu, menewaskan tiga anggota satu keluarga dan melukai dua orang lainnya.
"Dua anak perempuan berusia 10 tahun dan seorang remaja laki-laki tewas," kata juru bicara pemerintah provinsi Nuristan, Fraidoon Samim, kepada AFP.
Di provinsi Ghazni, wilayah tengah Afghanistan, AFP melaporkan bahwa sekitar 80 sentimeter salju turun dalam 24 jam terakhir. Kondisi tersebut memaksa penutupan pasar dan menyebabkan sejumlah ruas jalan terblokir.
Hujan salju lebat juga melanda banyak provinsi lain serta ibu kota Kabul, yang dilaporkan memicu sejumlah kecelakaan lalu lintas akibat jalan licin dan jarak pandang terbatas.
Afghanistan dikenal sebagai negara yang kerap dilanda banjir mematikan, tanah longsor, dan badai, terutama di wilayah terpencil dengan infrastruktur yang rapuh. Kondisi ini membuat banyak komunitas sangat rentan terhadap dampak cuaca ekstrem, yang makin sering terjadi dan menimbulkan korban jiwa setiap tahunnya.
Â
(luc/luc)[Gambas:Video CNBC]