Seskab Teddy Beberkan Hasil Konkret Kunjungan Kerja Prabowo di Inggris
Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan adanya komitmen investasi senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp 90 triliun dari Inggris. Ini merupakan hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dalam kunjungan kerjanya Selasa (20/1/2026) hingga Rabu (21/1/2026).
Teddy menjelaskan rangkaian agenda presiden telah rampung pada 21 Januari 2026, dengan membuahkan hasil kerja sama yang konkret.
"Intinya ada tiga hal utama dari pertemuan presiden dengan Perdana Menteri Starmer," kata Teddy, saat memberikan keterangan resmi.
Pertama, yaitu komitmen investasi sebesar 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp 90 triliun yang akan masuk ke Indonesia.
Kedua, kerja sama di sektor maritim, termasuk proyek pembangunan 1.582 kapal nelayan. Teddy mengatakan, proyek ini memiliki dampak ekonomi yang signifikan karena seluruh proses produksi dan perakitan kapal akan dilakukan di Indonesia.
"Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan akan memperkerjakan sekitar 600 ribu orang. Kenapa? Karena nanti diproduksinya, dirakitnya di Indonesia. Jadi 30 ribu sendiri itu untuk awak kapalnya. Kemudian 400 ribu untuk yang memproduksinya. Kemudian nanti ada 170 ribu itu multiplier effect-nya di luar dari yang berkaitan langsung," kata Teddy.
Ketiga, ada kerjanya sama di bidang pendidikan tinggi. Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Inggris, Prabowo bertemu dengan 24 profesor dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, termasuk Oxford University, King's College London, Imperial College London, dan University of Edinburgh.
Teddy mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan 10 kampus baru di dalam negeri, dengan fokus utama pada bidang kedokteran dan STEM.
Saat ini Indonesia sudah memiliki kampus di Singosari, dan diharapkan bisa diperbanyak di lokasi lain. Selain itu nantinya juga ada pertukaran dosen untuk mengajar di kampus-kampus di Indonesia.
"Kemudian yang ketiga tentunya dengan bertemu kemarin, ada Menteri Pendidikan UK juga. Kemudian ada dari Russell Group, top-top universitas itu. Harapannya ranking universitas di Indonesia bisa naik di level dunia," kata Teddy.
[Gambas:Video CNBC]