Debut di World Economic Forum 2026, Danantara Tegaskan Mandat Ganda
Jakarta, CNBC Indonesia - Danantara Indonesia terus menegaskan mandat gandanya sebagai pengelola investasi negara. Hal ini demi menciptakan imbal hasil berkelanjutan sekaligus memastikan investasi memberi dampak nyata bagi ekonomi nasional hingga level akar rumput.
Pesan ini disampaikan dalam sesi "Danantara: Powering Indonesia's Future" di Indonesia Pavilion, World Economic Forum (WEF) Davos 2026, Selasa (20/1/2026), yang menjadi debut Danantara Indonesia di forum tersebut.
Managing Director, Global Relations & Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief menuturkan, Danantara Indonesia mengemban mandat ganda yang setara.
"Mandat tersebut menghasilkan kinerja investasi yang kuat sekaligus memastikan investasi memberikan dampak sosial-ekonomi yang terukur bagi Indonesia," ujar dia dalam keterangan resmi, Rabu (21/1/2026).
Al-Arief menambahkan, mandat tersebut dijalankan melalui reformasi tata kelola dan konsolidasi BUMN secara bertahap. Selanjutnya, Danantara menempatkan profesionalisme dan disiplin pasar sebagai fondasi utama. Reformasi ini tentu menuntut keberanian Manajemen Danantara dalam mengambil keputusan strategis yang berorientasi jangka panjang, meski tidak terlihat langsung dalam jangka pendek.
Salah satu contoh reformasi yang dilakukan Danantara adalah penghapusan penerimaan tantiem bagi seluruh dewan komisaris BUMN, yang berpotensi menghemat hingga Rp 8 - 8,3 triliun per tahun.
"Reformasi pada prinsipnya adalah tentang menukar kenyamanan jangka pendek dengan kepercayaan pasar jangka panjang," ujar Al-Arief.
Di samping itu, Managing Director Investment Danantara Investment Management, Stefanus Ade Hadiwidjaja menjelaskan terkait strategi investasi jangka panjang yang terdiversifikasi dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
Dalam forum ini, Danantara memaparkan tiga proyek unggulan yang meliputi waste-to-energy di 33 kota, pengembangan obat berbasis plasma darah, serta pengembangan Kompleks Haji di Makkah yang berstandar internasional.
"Danantara Indonesia ingin membangun sesuatu yang tahan lama dan memberikan dampak bagi masyarakat. Kami ingin bergerak dengan cepat, tetapi kami tidak terburu-buru. Kami ingin memastikan kami memiliki fondasi yang kuat, terutama dalam mengembangkan sumber daya manusia, tata kelola, dan proses manajemen risiko," terang dia.
Melalui pendekatan yang disiplin dan berbasis manajemen risiko, Danantara Indonesia menempatkan diri sebagai platform investasi kredibel yang menghubungkan modal global dengan agenda pembangunan jangka panjang Indonesia, dengan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selain mengadakan panel diskusi, delegasi Danantara Indonesia mengadakan pertemuan bilateral dengan pemangku kepentingan publik seperti Permodalan Nasional Berhad dari Malaysia, serta perusahaan global seperti Google untuk membahas teknologi, LG Sonic untuk membahas solusi pengolahan air, dan berbagai perusahaan Swiss untuk membahas waste-to-energy.
Asal tahu saja, Indonesia Pavillion di World Economic Forum Davos 2026 merupakan platform strategis bagi Indonesia untuk menunjukan transformasi ekonomi nasional di panggung global. Paviliun ini menjadi ruang dialog tingkat tinggi dan penjajakan investasi yang mempertemukan pemimpin, investor, dan mitra global dalam agenda transisi energi, hilirisasi industri, ekonomi digital, serta pembangunan infrastruktur masa depan.
Melalui Indonesia Pavillion, Indonesia menautkan prioritas pembangunan nasional dengan agenda global, sekaligus mengundang kolaborasi internasional untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang hijau, inklusif, dan berdaya saing. Lewat kehadiran di WEF Davos, Danantara Indonesia menegaskan posisinya sebagai investor jangka panjang yang ingin mempertemukan modal global dengan kebutuhan pembangunan Indonesia, dengan dampak yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
(dpu/dpu)