MARKET DATA
INTERNASIONAL

Iran Ancam Perang Total, Trump Sebut Bisa "Rata dengan Tanah"

Tommy Patrio Sorongan,  CNBC Indonesia
21 January 2026 20:50
Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat (File/REUTERS)
Foto: Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat (File/REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Eskalasi ketegangan antara Teheran dan Washington mencapai titik didih baru. Menteri Luar Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melayangkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) bahwa negaranya siap melancarkan serangan balasan besar-besaran jika kembali menjadi target agresi.

Pernyataan Araghchi ini muncul melalui artikel opini yang diterbitkan oleh The Wall Street Journal pada Selasa (20/1/2026). Ia menegaskan bahwa kekuatan militer Iran tidak akan ragu untuk merespons serangan apapun, merujuk pada konflik singkat dengan Israel pada Juni tahun lalu.

"Pasukan bersenjata kami yang kuat tidak memiliki keraguan untuk membalas dengan semua yang kami miliki jika kami kembali diserang. Konfrontasi habis-habisan pasti akan berlangsung sengit dan jauh lebih lama daripada garis waktu fantasi yang coba dijajakan oleh Israel dan proksinya ke Gedung Putih," tulis Araghchi.

Araghchi menekankan bahwa pesan ini bukanlah gertakan semata, melainkan realitas yang perlu disampaikan secara eksplisit demi menghindari perang yang lebih luas. Menurutnya, konflik semacam itu dipastikan akan meluas ke seluruh kawasan dan berdampak pada masyarakat di seluruh dunia.

Senada dengan Araghchi, Jenderal Iran Abolfazl Shekarchi juga memperingatkan bahwa Teheran tidak akan tinggal diam jika pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei terancam.

"Kami akan membakar dunia pihak yang berani melakukan agresi dan tidak akan memberikan tempat aman bagi musuh di kawasan," ujarnya.

Peringatan ini menjadi respons langsung atas ancaman Presiden AS Donald Trump. Dalam wawancara dengan News Nation, Trump mengulangi ancaman bahwa Iran akan dihapus "dari muka bumi" jika terbukti melakukan upaya pembunuhan terhadap dirinya.

"Saya memiliki instruksi yang sangat tegas. Jika sesuatu terjadi, mereka akan dihapus dari muka bumi ini," tegas Trump.

Situasi di lapangan pun kian memanas. Iran dilaporkan telah menutup wilayah udaranya pekan lalu sebagai antisipasi serangan AS. Sementara itu, data pelacakan kapal menunjukkan kapal induk USS Abraham Lincoln telah melewati Selat Malaka menuju Samudra Hindia, yang berarti hanya butuh beberapa hari untuk mencapai Timur Tengah.

Di sisi lain, Iran juga tengah menghadapi tekanan domestik yang hebat. Protes antipemerintah pasca-revolusi 1979 telah merenggut ribuan nyawa. Meskipun otoritas Iran menuduh kekuatan asing seperti AS dan Israel sebagai dalang kerusuhan, kelompok hak asasi manusia mencatat korban tewas telah mencapai sedikitnya 4.519 orang, dengan lebih dari 26.300 orang ditangkap.

(luc)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Terkuak Alasan Sebenarnya Trump Buka Perang Baru di Venezuela: Minyak!


Most Popular
Features