Nyaris 100%! PLN Pulihkan Listrik Pasca Bencana Aceh, Sumut & Sumbar
Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) mengungkapkan telah memulihkan hampir keseluruhan sistem kelistrikan di wilayah pasca bencana Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat. Meskipun memang masih ada berapa titik yang terkendala pemulihannya.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memaparkan progres normalisasi pasokan listrik di lapangan yang menunjukkan tren positif. Dalam catatannya, pemulihan di Sumatera Barat telah tuntas sepenuhnya sejak akhir Desember 2025 lalu, sementara wilayah Sumatera Utara dan Aceh kini telah mencapai rasio pemulihan di atas 99% meski sempat terkendala longsor susulan.
"Alhamdulillah saat ini pemulihan sistem kelistrikan Sumatera Utara sudah pulih 100%. Namun kami harus menyampaikan bahwa banjir bandang dan juga adanya tanah longsor susulan masih terus terjadi sehingga yang tadinya pulih 100%, saat ini masih terdapat dua desa di Tapanuli Utara yang masih mengalami padam," ujar Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Khusus untuk wilayah Aceh, tantangan pemulihan dinilai paling berat karena melibatkan kerusakan infrastruktur transmisi utama yang sangat masif. Kendati demikian, pihaknya berhasil menyalakan kembali listrik di sebagian besar wilayah, menyisakan 60 desa yang masih terisolir akibat akses jalan yang terputus.
"Saat ini di Aceh dari 6.500 desa terdapat 60 desa kurang dari 1% yang masih listriknya masih terhambat karena masih jalan akses jalan masih belum terbuka atau masih terisolir," tambahnya.
Adapun, Darmawan merinci bahwa kecepatan perbaikan kelistrikan di lapangan bergantung pada pembukaan akses jalan oleh pihak terkait. Contohnya, perbaikan di Aceh Tamiang berlangsung cepat karena akses darat bisa ditembus, berbeda dengan wilayah Aceh Tengah yang membutuhkan mobilisasi alat berat menggunakan pesawat Hercules.
"Jadi begitu jalan yang tadinya terputus, jembatan yang tadinya terputus disambung, tim PLN langsung di belakangnya dengan peralatan baik itu tiang listrik, kabel listrik sehingga langsung bisa menyala kembali begitu desa yang tadinya terisolir bisa tersambung kembali," paparnya.
Untuk desa-desa yang masih gelap gulita karena belum bisa ditembus jaringan kabel, pihaknya berkolaborasi dengan Kementerian ESDM mendistribusikan bantuan genset. Hal itu tidak lain agar memberikan harapan berupa penerangan sementara bagi warga yang masih bertahan di lokasi-lokasi terisolir tersebut.
(pgr/pgr)[Gambas:Video CNBC]