MARKET DATA

LPEM UI Sarankan Penerima MBG Disaring Ulang, Ini Kriterianya

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
21 January 2026 08:40
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka Tinjau Program MBG di Wamena, Papua, Rabu (14/1/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)
Foto: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka Tinjau Program MBG di Wamena, Papua, Rabu (14/1/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)

Jakarta, CNBC Indonesia - Senior Researcher Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat UI Vid Adrison sarankan penerima Makanan Bergizi Gratis (MBG) perlu disarming ulang untuk optimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Vid menjelaskan bahwa sebaiknya MBG berikan ke anak-anak yang benar-benar membutuhkan, bukan ke semua anak agar lebih tepat sasaran.

"Kalau targeted misalnya 15% (dari jumlah anak sekolah), ekonomi akan tumbuh. Kenapa? Orang yang dulu nggak bisa makan dua atau tiga kali sehari sekarang mendapatkan makanan tanpa harus membayar," katanya saat Outlook Perpajakan & Partnership Gathering IKPI 2026, Jakarta pada Selasa (20/1/2026).

Dirinya juga mengatakan salah satu cara agar MBG semakin optimum adalah dengan melakukan self targeting, yakni sekolah dan siswa yang menentukan keikutsertaan.

Bahkan, dia tidak menampik bahwa MBG memberikan efek langsung kepada sektor pertanian, hanya saja jika terjadi kelebihan permintaan akan meningkatkan inflasi yang ujung-ujungnya menyebabkan biaya makanan semakin mahal.

"Ketika permintaan begitu tinggi terhadap makanan, apa implikasinya? Kenaikan harga. Pangan inflasi. Apa impact-nya? Masyarakat miskin itu akan jatuh ke dalam kemiskinan. Pemerintah harus ngeluarin duit lagi untuk BLT," jelas Vid.

Selain itu, Vid merespons mengenai kasus keracunan yang terjadi. Menurutnya hal tersebut bisa dihindari melalui partisipasi siswa dalam memilih menu. Sehingga siswa yang memiliki alergi bisa mengajukan menu khusus untuk terhindar dari keracunan.

Selain itu juga melalui desentralisasi dapur sehingga dapat memperpendek jarak waktu memasak dan konsumsi.

"Jarak produksi dan konsumsi dekat, potensi keracunan berkurang, makanan segar, food loss akan berkurang," katanya.

Selain itu Vid juga menekankan pentingnya monitoring agar program MBG ini berjalan optimal dan memberikan efek ekonomi yang maksimal.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Zulhas Blak-blakan MBG Pekerjaan Besar, Janji Tata Kelola Diperbaiki


Most Popular
Features