MARKET DATA

Pemerintah Segera Bentuk Komite Nasional Kereta Cepat

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
20 January 2026 19:23
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan paparan dalam acara Big Alpha Business Summit 2025 di Jakarta, Jumat (19/12/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan paparan dalam acara Big Alpha Business Summit 2025 di Jakarta, Jumat (19/12/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tengah menyiapkan pembentukan Komite Nasional Kereta Cepat untuk menata pengembangan proyek kereta cepat nasional, mulai dari restrukturisasi keuangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) hingga ekspansi kereta cepat Jakarta-Surabaya.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) setelah pertemuannya dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sore ini, Senin (20/1/2026).

"Kami juga sedang menyusun semacam komite nasional kereta cepat. Karena ini juga penting untuk bisa mengambil langkah-langkah strategis maupun taktis. Yang kedua kita juga sedang mengusung bisa dikatakan peraturan pemerintah yang bisa mengayomi bukan hanya kereta cepat Jakarta-Bandung tapi seluruh wilayah lainnya," ujar Agus di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (20/1/2026).

AHY menjelaskan Komite Nasional Kereta Cepat nantinya akan melibatkan banyak kementerian dan lembaga, dengan Kemenko Infrastruktur sebagai koordinator utama.

"Jadi nanti ada bisa dikatakan komite yang melibatkan banyak kementerian yang lainnya. Tentu Kemenko Infrastruktur menjadi bisa dikatakan koordinatornya lah begitu," ujarnya.

Terkait dengan restrukturisasi keuangan KCJB, AHY menjelaskan bahwa hingga saat ini pemerintah tengah mencari solusi untuk pelunasan serta struktur keuangan ke depannya.

"Mohon bersabar karena memang kami juga terus mencari solusi yang terbaik. Prinsipnya adalah sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, bahwa negara, pemerintah akan mengambil tanggung jawab juga terkait dengan struktur keuangan," ujar Agus.

"Jangan sampai kemudian terjadi hal-hal yang tentunya tidak kita harapkan bersama. Karena sebetulnya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini juga punya nilai ekonomi dan juga meningkatkan konektivitas, mobilitas," ujarnya

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Soal Proyek KA Cepat Whoosh Tembus Surabaya, AHY Kasih Kabar Ini


Most Popular
Features