MARKET DATA

Vale Bukukan Pendapatan Rp 15,3 Triliun Sampai November 2025

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
19 January 2026 20:15
Komisi XII DPR RI RDP Dengan PT Vale Indonesia TBK
Foto: Komisi XII DPR RI RDP Dengan PT Vale Indonesia TBK

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan pendapatan sebesar US$ 902 juta atau setara Rp 15,3 triliun (asumsi kurs Rp 16.969 per US$) hingga November 2025. Faktor utamanya adalah peningkatan volume produksi nickel matte dan bijih nikel saprolite perusahaan sepanjang tahun 2025.

Direktur Utama INCO Bernardus Irmanto mengatakan, capaian pendapatan perusahaan per November 2025 tersebut berhasil didapatkan perusahaan meski dihadapkan dengan tantangan tekanan harga nikel dunia.

"Produksi nickel matte itu melebihi budget yang dicanangkan di tahun 2025. Demikian juga penjualan ore sampai dengan akhir tahun itu juga melebihi budget yang dicanangkan di tahun 2025," jelas Bernardus dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, kinerja produksi Vale sebenarnya sangat positif. Berdasarkan data hingga November 2025, produksi nickel matte dan penjualan bijih nikel perseroan berhasil melampaui target anggaran yang ditetapkan.

INCO mencatat, realisasi produksi bijih nikel perusahaan hingga November 2025 mencapai 12,80 juta ton dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 sebesar 16,60 juta ton. RKAP 2025 tersebut tercatat meningkat hingga 9% dibandingkan realisasi produksi bijih nikel tahun 2024 mencapai 15,20 juta ton.

Adapun produksi nickel matte, mencapai 66.848 ton hingga November 2025, meningkat 3% secara tahunan (year-on-year). Sepanjang tahun berjalan, total penjualan nickel matte mencapai 67.351 ton, mencerminkan pertumbuhan sebesar 2% secara tahunan (year-on-year).

Perusahaan juga mencatat kemajuan signifikan dalam ekspansi kegiatan komersial tahun ini melalui keberhasilan penjualan bijih nikel saprolite dari wilayah Pomalaa dan Bahodopi. Hingga November 2025, total penjualan bijih nikel saprolite mencapai 1.905.740 wmt.

Meski begitu, Bernardus mengakui harga nikel dunia yang saat ini melemah juga masih menjadi tantangan bagi pihaknya.

Seperti diketahui, pada pertengahan Desember 2025 lalu, harga nikel sempat mencapai titik terendah dalam setahun di kisaran US$ 14.000 per ton. Dalam sebulan reli nikel sudah mencapai lebih dari 24%.

"Karena realisasi harga nikel sepanjang tahun 2025 ini di bawah dari apa yang kita harapkan," ujarnya.

(wia)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos Vale Optimistis Kinerja di Semester II-2025 Menguat, Ini Alasannya


Most Popular
Features