Lewat Ruang Diplomasi, RI Pamer Kebolehan di World Economic Forum 2026
Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia turut berpartisipasi dalam World Economic Forum (WEF) 2026 yang berlangsung pada 19-22 Januari 2026 di Davos, Swiss. Pertemuan tahunan pemimpin negara-negara di dunia, pengusaha, dan akademisi, ini mengangkat tema 'A Spirit of Dialogue'.
Dalam kesempatan ini, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menghadirkan Indonesia Night, yang akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Sesi yang mempromosikan Indonesia ini juga mengundang para pejabat tinggi dari negara lain.
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani menghadiri dialog dengan beberapa menteri dari negara lain serta pengusaha global.
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan mengatakan, hingga hari ini, tercatat sebanyak 2.743 partisipan telah terdaftar dalam WEF 2026.
Partisipan tersebut terdiri dari perusahaan besar seperti Microsoft, Bytedance, Dell, Coca Cola, Mitsubishi, Volkswagen, dan lainnya. Tak hanya itu, sebanyak 30 kepala negara turut menghadiri WEF 2026, termasuk Presiden Prabowo.
"WEF 2026 melihat penting untuk bisa menghadirkan pimpinan negara Indonesia ini untuk bisa menyampaikan apa yang menjadi visi Indonesia sebagai bagian dari ekonomi global ke depan," ungkap Nurul dalam Closing Bell CNBC Indonesia (19/01/2026).
Dia menyebut tema 'A Spirit of Dialogue' bertujuan untuk mendengarkan visi para pimpinan negara sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Menurut dia, WEF 2026 secara tidak langsung menjadi strategi promosi investasi.
"Kita tak punya tujuan langsung untuk promosi investasi. Tetapi kehadiran kita menusukkan wajah Indonesia yang akan dipaparkan presiden dan menteri. Dari sana kita bisa membuat strategi dan menciptakan citra," terang dia.
Untuk diketahui Indonesia Night menjadi ruang diplomasi ekonomi yang strategis untuk memperkuat hubungan dengan pemimpin dunia, investor global, dan pelaku usaha internasional secara informal, dengan sajian pertunjukan seni dan budaya khas Indonesia.
Melalui musik, tari, dan pameran budaya, Indonesia Night menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya destinasi investasi yang kompetitif, tetapi juga negara dengan kekayaan budaya yang kuat, serta mitra global yang terbuka untuk kolaborasi berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada pembangunan ekonomi hijau.
Rekam jejak partisipasi Indonesia di WEF Davos sebelumnya menjadi fondasi kuat untuk memperluas kerja sama investasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
(dpu/dpu)