Kapal Induk Perang AS Meluncur ke Timur Tengah, Siap Serang Iran?

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Jumat, 16/01/2026 21:15 WIB
Foto: Kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) dan kapal serbu amfibi kelas Wasp USS Kearsarge (LHD 3) berlayar berdampingan saat Gugus Tempur Kapal Induk Abraham Lincoln (ABECSG) dan Gugus Siap Amfibi Kearsarge (KSGARG) melakukan operasi gabungan di wilayah operasi Armada ke-5 AS di Laut Arab. (Dok. US Navy)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kapal induk USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal perang pengawalnya dilaporkan tengah menuju Timur Tengah dari Laut Cina Selatan, di tengah meningkatnya ketegangan AS dengan Iran pada Kamis (15/1/2026).

Melansir Alarabiya English, dua pejabat yang berbicara dengan syarat anonim pada New Tork Times melaporkan bahwa kapal induk dan pengawalnya dapat tiba di wilayah tersebut dalam waktu sekitar satu minggu.

"Sejumlah pesawat tempur, kemungkinan termasuk kombinasi jet tempur, pesawat serang, dan pesawat pengisian bahan bakar, diperkirakan akan segera mulai berdatangan ke wilayah tersebut," dalam laporan dikutip Jumat (16/1/2026).

Sementara itu, dalam laporan dijelaskan markas besar Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon juga mengirimkan peralatan pertahanan udara ke wilayah tersebut, termasuk rudal pencegat, untuk melindungi pangkalan di Timur Tengah dan Teluk, terutama pangkalan udara al-Udaid di Qatar," tambah laporan itu.

"Kedua pejabat AS mengatakan peningkatan persenjataan tersebut bertujuan untuk mencegah otoritas Iran melakukan kekerasan lebih lanjut terhadap para demonstran dan untuk memberi Trump lebih banyak pilihan dalam merencanakan serangan apa pun terhadap Iran," dalam laporan New York Times

Iran telah menjadi lokasi protes anti-pemerintah besar-besaran selama berminggu-minggu. Kepemimpinan Iran menindak keras protes tersebut dan telah mematikan internet selama lebih dari seminggu, menurut kelompok hak asasi manusia. Peristiwa tersebut telah menyebabkan ribuan orang tewas dengan jumlah pasti yang masih belum diketahui.

Trump telah berulang kali mengancam kemungkinan tindakan militer jika penindakan mematikan terhadap para demonstran terus berlanjut.



(mij/mij)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Waspada Gonjang-ganjing Dunia di 2025 Bisa Berlanjut ke 2026