Machado Resmi Serahkan Nobel Perdamaiannya ke Trump

haa, CNBC Indonesia
Jumat, 16/01/2026 07:15 WIB
Foto: Peraih Hadiah Nobel Perdamaian Maria Corina Machado melambaikan tangan dari balkon Grand Hotel, setelah putrinya Ana Corina Sosa Machado menerima penghargaan tersebut atas namanya, di Oslo, Norwegia, 11 Desember 2025. (REUTERS/Leonhard Foeger)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, mengatakan bahwa ia telah menyerahkan Hadiah Nobel Perdamaiannya kepada Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan penting, Kamis (15/1/2026).

Adapun, Trump dam Machado bertemu dalam rangka membahas masa depan politik Venezuela. Belum jelas apakah Trump telah menerima medali tersebut.


Namun, Machado yang menggambarkan pertemuan itu sebagai "sangat baik," mengatakan kepada wartawan bahwa ia melakukannya sebagai pengakuan atas komitmen Trump terhadap kebebasan rakyat Venezuela.

Sikapnya tampak merupakan bagian dari upayanya untuk mendapatkan pengaruh atas arah masa depan negaranya. Trump secara terbuka berkampanye untuk penghargaan tersebut sebelum Nobel Institute memberikannya kepada Machado bulan lalu.

Kendati demikian, Nobel Institue telah menegaskan meskipun Machado memberikan medali perdamaiannya kepada Trump, penghargaan tersebut tetap menjadi miliknya.

Institut menyatakan bahwa hadiah tersebut tidak dapat dialihkan, dibagikan, atau dicabut. Dikutip Reuters, Trump sebelumnya mengaku tidak ingin Machado memberikan nobel perdamaian kepadanya. Trump mengatakan kepada Reuters: "Tidak, saya tidak mengatakan itu. Dia memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian."

Ini adalah pertemuan pertama antara Machado dan Trump. Pertemuan ini dilakukan pada saat makan siang dan berlangsung selama lebih dari satu jam,

Machado kemudian bertemu dengan lebih dari selusin senator, baik Republik maupun Demokrat, di Capitol Hill.

Saat kunjungan berlangsung, sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Trump telah menantikan pertemuan dengan Machado, tetapi ia tetap berpegang pada penilaian realistisnya bahwa saat ini Machado tidak memiliki dukungan yang dibutuhkan untuk memimpin negara dalam jangka pendek.

Machado, yang melarikan diri dari Venezuela dalam pelarian laut yang berani pada bulan Desember, bersaing untuk mendapatkan perhatian Trump dengan anggota pemerintah Venezuela dan berupaya memastikan ia memiliki peran dalam pemerintahan negara ke depannya.

Setelah AS menangkap pemimpin Venezuela yang telah lama berkuasa, Nicolas Maduro, dalam operasi penangkapan kilat bulan ini, berbagai tokoh oposisi, anggota diaspora Venezuela, dan politisi di seluruh AS dan Amerika Latin telah menyatakan harapan bahwa Venezuela akan memulai proses demokratisasi.

"Saya tahu presiden menantikan pertemuan ini, dan dia mengharapkan ini menjadi diskusi yang baik dan positif dengan Ibu Machado, yang benar-benar merupakan suara yang luar biasa dan berani bagi banyak orang di Venezuela," kata Leavitt kepada wartawan selama pengarahan saat pertemuan sedang berlangsung.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Menlu RI Soal AS Tangkap Maduro - Permohonan Terakhir Maduro