MARKET DATA

Maaf! Machado Tak Bisa Alihkan Nobel Perdamaian Miliknya ke Trump

linda hasibuan,  CNBC Indonesia
11 January 2026 10:45
Peraih Hadiah Nobel Perdamaian Maria Corina Machado menyapa para pendukungnya di luar Grand Hotel, setelah putrinya Ana Corina Sosa Machado menerima penghargaan tersebut atas namanya, di Oslo, Norwegia, 11 Desember 2025. (REUTERS/Leonhard Foeger)
Foto: Peraih Hadiah Nobel Perdamaian Maria Corina Machado menyapa para pendukungnya di luar Grand Hotel, setelah putrinya Ana Corina Sosa Machado menerima penghargaan tersebut atas namanya, di Oslo, Norwegia, 11 Desember 2025. (REUTERS/Leonhard Foeger)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado, tidak bisa menyerahkan Hadiah Nobel Perdamaian 2025 miliknya kepada Presiden Donald Trump, meskipun baru-baru ini ia mengisyaratkan untuk melakukannya.

Dalam sebuah pernyataan, Institut Nobel mengklarifikasi bahwa Hadiah Nobel Perdamaian 2025 tidak bisa dialihkan kepada orang lain.

"Hadiah Nobel tidak dapat dicabut, dibagi, atau dialihkan kepada orang lain. Setelah pengumuman dibuat, keputusan tersebut berlaku selamanya. Tidak mungkin mencabut Hadiah Nobel Perdamaian. Baik wasiat Alfred Nobel maupun Statuta Yayasan Nobel tidak menyebutkan kemungkinan seperti itu," demikian pernyataan Institut Nobel mengutip USA Today (11/1/2026).

Sikap Institut Nobel ini menyusul pengumuman Trump selama wawancara yang ditayangkan pada 8 Januari di acara Fox News "Hannity" bahwa Machado akan datang ke Amerika Serikat minggu depan.

Selama wawancara, pembawa acara Sean Hannity bertanya kepada Trump apakah ia berencana untuk bertemu Machado untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian 2025 jika Machado memberikannya kepadanya.

"Saya mengerti dia akan datang minggu depan dan saya berharap dapat menyapanya dan saya telah mendengar bahwa dia ingin melakukannya. Itu akan menjadi kehormatan besar," kata Trump.

Pada 5 Januari, Machado, yang juga tampil di acara "Hannity" di Fox News, mengatakan bahwa memberikan Hadiah Nobel Perdamaiannya kepada Trump akan menjadi ungkapan terima kasih dari rakyat Venezuela karena telah menggulingkan pemimpin Nicolás Maduro, yang ditangkap Amerika Serikat pada 3 Januari.

"Apakah Anda pernah menawarkan untuk memberikan Hadiah Nobel Perdamaian kepadanya?" tanya Hannity. "Apakah itu benar-benar terjadi?"

Machado pun menjawab, "Yah, itu belum terjadi."

Komite institut tersebut, mengatakan bahwa mereka tidak akan berkomentar tentang apa yang mungkin dikatakan dan dilakukan oleh para Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian setelah mereka dianugerahi hadiah tersebut.

"Mandat Komite terbatas pada mengevaluasi pekerjaan dan upaya para kandidat yang dinominasikan hingga saat diputuskan siapa yang akan dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian untuk tahun tertentu," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Mengenal María Corina Machado

Machado yang berusia 58 tahun, berhasil memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada Oktober 2025 atas kerja kerasnya yang tak kenal lelah dalam mempromosikan hak-hak demokrasi bagi rakyat Venezuela dan atas perjuangannya untuk mencapai transisi yang adil dan damai dari kediktatoran ke demokrasi.

Perjuangan pemimpin oposisi Venezuela untuk demokrasi dimulai sejak awal tahun 2000-an, ketika ia ikut mendirikan asosiasi sipil sukarelawan Súmate, yang berupaya memperkuat demokrasi negara asing tersebut melalui berbagai cara, termasuk memantau pemilihan umum.

Pengaruh Machado membawanya terjun ke dunia politik, dan pada tahun 2010, ia terpilih menjadi anggota Majelis Nasional Venezuela. Pada Maret 2014, ia dicopot dari jabatannya oleh rezim, yang kemudian membawanya menjadi pemimpin oposisi.

Dalam pemilihan presiden 2024, Machado diangkat sebagai kandidat oposisi, menurut Institut Nobel namun, rezim mencegahnya untuk maju. Ia kemudian memutuskan untuk mendukung kandidat lain.

Ketika Machado memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian, ia hidup dalam persembunyian karena ancaman yang dihadapinya, kata institut bergengsi itu. Sekarang setelah AS menangkap Maduro, yang sangat ditentangnya, tidak jelas di mana Machado berada. Kendati demikian, Trump mengatakan dia menunggu kunjungan yang dinantikannya.

(lih/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Amerika Serikat Tembak Kapal Venezuela, 3 Orang Tewas


Most Popular
Features