Menteri Rosan: Perumahan-Kawasan Industri Bakal Kebanjiran Investor

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Kamis, 15/01/2026 17:45 WIB
Foto: Pekerja menyelesaikan bangunan perumahan dengan menggunakan bahan material bata merah di kawasan perumahan Shila at Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Jakarta, CNBC Indonesia - Investasi di bidang perumahan dan kawasan industri menjadi salah satu yang terbesar kontribusinya dalam realisasi investasi 2025. Bahkan akan terus meningkat di 2026.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi atau Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani saat konferensi pers realisasi investasi 2025 di kantornya, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

"Investasi di bidang perumahan, baik dalam maupun luar negeri ini akan meningkat cukup signifikan, kita sudah liat pipelinenya," ucapnya.


Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, sektor perumahan dan kawasan industri masuk ke daftar lima terbesar tujuan investasi asing maupun domestik sepanjang tahun lalu dengan nilai Rp 140,4 triliun atau 7,3% dari total realisasi investasi 2025 Rp 1.931,2 triliun.

Bahkan, sektor itu menjadi tujuan ketiga terbesar investor dalam negeri dengan nilai Rp 99,6 triliun atau setara 9,7% dari total PMDN Rp 1.030,3 triliun. Adapun yang berasal dari penanaman modal asing atau PMA, sektor itu tak termasuk ke dalam lima besar.

Rosan mengatakan bahwa investasi di sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran masih akan terus melejit pada 2026 efek program prioritas pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Rosan melihat sektor tersebut akan terus meningkat hingga menggeser porsi sektor lain pada 2026. "Di tahun ini sektor perumahan serta kawasan industri bisa menggeser sektor lain di 2026," tegasnya.


(arj/mij)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo Kunjungi IKN, Cek Progres Pembangunan Hari Ini