MARKET DATA

Airlangga Pastikan Banyak Kabar Baik Buat Warga RI ke Depannya

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
14 January 2026 20:21
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam acara 20th Anniversary Celebration of the China Chamber of Commerce in Indonesia, Jumat (9/1/2026), (Dok. ekon.go.id)
Foto: Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam acara 20th Anniversary Celebration of the China Chamber of Commerce in Indonesia, Jumat (9/1/2026), (Dok. ekon.go.id)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan tidak ada risiko besar yang dihadapi Indonesia saat ini. Oleh sebab itu, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia akan membaik ke depannya.

Airlangga pun menuturkan akan banyak kabar baik soal Indonesia pada masa depan. Bahkan, institusi global seperti International Monetary Fund (IMF) optimistis dengan ekonomi Indonesia.

"Jadi ke depan, saya pikir kami harus optimis. Akan ada banyak kabar baik yang datang. Dan saya pikir tren global, termasuk IMF, cukup optimis terhadap ekonomi Indonesia. Jangan khawatir tentang defisit anggaran 3%," ujarnya dalam acara IBC Business Outlook 2026, di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Airlangga menegaskan Indonesia risiko resesinya relatif kecil, dibanding negara lain. Kemudian, di sisi pasar uang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga bagus. iHSG sempat menyentuh level rekor tertinggi 9.000 pada awal tahun ini.

"Berarti kepercayaan market relatif tinggi, PMI (Purchasing Managers' Index) juga pada expansion mode," kata Airlangga.

Di sisi fiskal, pemerintah telah menggelontorkan stimulus ekonomi Rp 110,7 triliun sepanjang tahun lalu. Airlangga menegaskan pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap stimulus tersebut.

Selain itu, pemerintah berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memberikan dampak besar. Pasalnya, pada tahun ini, anggaran MBG yang akan dibelanjakan per kuartal mencapai Rp 80 triliun.

"Nah tentu ini kita lihat efeknya akan lebih meningkat, apalagi MBG itu sudah mencapai, sampai dengan 60 juta penerima," paparnya.

Dia pun membocorkan pemerintah masih akan memberikan stimulus berupa diskon untuk mendorong belanja masyarakat pada momen Lebaran tahun ini.

"Kita akan monitor kebetulan lebarannya maju ke 18 Maret. Antara Natal dan Lebaran itu dekat, dan program-program terkait dengan diskon dan stimulan untuk belanja juga nanti akan didorong," katanya.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Di Lantai Bursa, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi RI Solid


Most Popular
Features