Penjualan Mobil Astra Jeblok di 2025, Apa Kabar Nasib LCGC?
Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja penjualan mobil PT Astra International Tbk (ASII) sepanjang 2025 mengalami tekanan signifikan seiring perlambatan industri otomotif nasional. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Astra membukukan penjualan kendaraan roda empat dari pabrik ke diler (wholesales) sebanyak 409.379 unit sepanjang 2025, turun sekitar 15% dibandingkan capaian 2024 yang mencapai 482.964 unit.
Penurunan volume tersebut membuat pangsa pasar Astra di industri otomotif domestik ikut menyusut menjadi 51%, lebih rendah dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang masih berada di level 56%. Kondisi ini terjadi di tengah melemahnya penjualan mobil nasional yang tercatat hanya mencapai sekitar 803 ribu unit pada 2025, turun sekitar 7% secara tahunan.
Meski volume penjualan tertekan, Astra masih mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar otomotif nasional. Penjualan perseroan sepanjang tahun lalu ditopang oleh merek Toyota dan Lexus yang secara kumulatif mencatatkan penjualan sekitar 251.954 unit. Daihatsu menyusul dengan penjualan 130.677 unit, Isuzu sebanyak 25.121 unit, serta UD Trucks sebesar 1.627 unit.
LCGC Anjlok 30%
Tekanan paling terasa terjadi pada segmen mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC).
Sepanjang 2025, Astra hanya menjual 92.472 unit LCGC, merosot hampir 30% dibandingkan penjualan 2024 yang mencapai 131.328 unit. Pelemahan ini sejalan dengan kondisi pasar LCGC nasional yang juga anjlok hingga sekitar 30% secara tahunan, menjadi sekitar 122 ribu unit dari sebelumnya 176 ribu unit.
Namun, di tengah penurunan volume tersebut, Astra justru berhasil memperkuat dominasinya di segmen LCGC.
Pangsa pasar LCGC Astra meningkat menjadi sekitar 75%-77% sepanjang 2025, naik dari kisaran 74%-75% pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pasar mengecil, persaingan di segmen mobil entry level semakin terkonsentrasi pada pemain besar.
Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, menegaskan, perseroan tetap berupaya menjaga kinerja di tengah dinamika industri yang penuh tantangan.
"Di tengah dinamika industri otomotif nasional, Astra senantiasa berupaya menjaga kinerja dengan menghadirkan beragam pilihan kendaraan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat," ujar Windy dalam keterangan resmi, Selasa (13/1/2026).
Meski sepanjang tahun 2025 kinerja penjualan Astra tertekan, terdapat sinyal perbaikan pada penghujung tahun. Pada Desember 2025, penjualan mobil Astra tercatat mencapai 40.952 unit atau tumbuh sekitar 14% secara bulanan, sejalan dengan lonjakan penjualan mobil nasional yang naik sekitar 27% dibandingkan bulan sebelumnya.
(dce)