MARKET DATA

Prabowo Mau Genjot Industri Semikonduktor, Bos Mobil Ungkap Kondisinya

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
12 January 2026 20:30
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 11/1. (Instagram/Seretariat.kabinet)
Foto: Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 11/1. (Instagram/Seretariat.kabinet)

Jakarta, CNBC Indonesia - Arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pengembangan industri semikonduktor mulai mendapat respons dari pelaku industri otomotif. Dorongan ini dinilai krusial di tengah ketergantungan sektor otomotif nasional terhadap komponen berteknologi tinggi dari luar negeri.

Industri kendaraan bermotor melihat peluang besar jika investasi semikonduktor benar-benar direalisasikan di dalam negeri.

"Kita menyambut baik investasi-investasi di komponen otomotif," ujar Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto kepada CNBC Indonesia, Senin (12/1/2026)

Gaikindo menilai pengembangan industri semikonduktor domestik dapat meningkatkan daya saing sekaligus mengurangi risiko gangguan produksi. Apalagi, ketergantungan impor chip selama ini menjadi salah satu titik lemah industri otomotif nasional, terutama di tengah fluktuasi global rantai pasok.

"Kebutuhan chip untuk kebutuhan otomotif dalam negeri masih diimpor," kata Jongkie.

Jika ekosistem chip lokal terbentuk, industri otomotif Indonesia dinilai memiliki peluang naik kelas dan tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga basis produksi berteknologi tinggi.

Adapun isu penguatan industri chip mencuat setelah Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Minggu, 11 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut, dibahas pengembangan investasi teknologi semikonduktor sebagai fondasi industri masa depan.

"Penguatan dalam sektor otomotif atau elektronik melalui investasi dalam pengembangan teknologi semikonduktor. Hal ini ditujukan untuk membangun industri chip masa depan Indonesia yang akan dimanfaatkan untuk industri otomotif, digital, dan elektronik," tulis Sekretariat Kabinet dalam Instagram resminya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Danantara Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

(dce)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Sudah 878.000 Unit Kendaraan Listrik Made in Indonesia, Begini Efeknya


Most Popular
Features