MARKET DATA
Internasional

Protes Warga Tak Digubris, Trump Tambah Pasukan Kepung Minneapolis

Tommy Patrio Sorongan,  CNBC Indonesia
12 January 2026 07:40
Ketegangan hebat melanda kota Minneapolis, Amerika Serikat, setelah seorang agen imigrasi federal (ICE) menembak mati seorang wanita berusia 37 tahun di dalam mobilnya pada Rabu (7/1/2026) waktu setempat. (REUTERS/Tim Evans)
Foto: Ketegangan hebat melanda kota Minneapolis, Amerika Serikat, setelah seorang agen imigrasi federal (ICE) menembak mati seorang wanita berusia 37 tahun di dalam mobilnya pada Rabu (7/1/2026) waktu setempat. (REUTERS/Tim Evans)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS), Kristi Noem, menyatakan pada hari Minggu (11/1/2025) bahwa pihaknya akan mengirimkan ratusan agen federal tambahan ke Minneapolis. Langkah ini diambil meskipun ada desakan dari para pemimpin lokal Partai Demokrat agar pasukan federal segera meninggalkan kota tersebut pasca-insiden penembakan fatal terhadap seorang pengunjuk rasa oleh petugas imigrasi.

Berdasarkan laporan AFP, Noem membela tindakan petugas yang menembak mati Renee Nicole Good (37 tahun). Dalam berbagai wawancara televisi, Noem menegaskan kembali klaimnya bahwa tindakan Good di Minneapolis pada hari Rabu lalu merupakan bentuk terorisme domestik.

"Agen federal tersebut bertindak membela diri saat melepaskan tembakan ke arah mobil Good," tuturnya.

Saat dicecar oleh CNN mengenai pernyataannya yang terkesan mendahului hasil investigasi, Noem tetap pada pendiriannya yang menegaskan Presiden Trump melakukan ini untuk menjaga ketertiban di AS.

"Mengapa kita mendebat seorang presiden yang sedang bekerja untuk menjaga keamanan rakyat?" ujarnya.

Noem kemudian mengonfirmasi bahwa ratusan petugas tambahan akan tiba pada hari Minggu dan Senin untuk memastikan agen imigrasi di Minneapolis dapat bekerja dengan aman.

"Jika pengunjuk rasa melakukan aktivitas kekerasan terhadap penegak hukum, jika mereka menghambat operasi kami, itu adalah kejahatan, dan kami akan meminta pertanggungjawaban mereka atas konsekuensi tersebut," tegas Noem.

Hingga Minggu waktu setempat, bentrokan antara agen federal dan demonstran masih terus berlanjut. Petugas terlihat menggunakan semprotan merica terhadap massa yang membawa poster di luar fasilitas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE).

Noem menuduh para politisi Demokrat telah memicu kekerasan tersebut. Menurutnya, kejadian ini sungguh dipolitisasi.

"Para pejabat lokal ini, jika Anda melihat apa yang dikatakan Gubernur Minnesota Tim Walz dan Wali Kota Minneapolis Jacob Frey, mereka sangat mempolitisasi dan membicarakan situasi di lapangan secara tidak tepat," kata Noem.

Sejak penembakan hari Rabu, ribuan orang telah berdemonstrasi di beberapa kota di AS. Di Minneapolis sendiri, 29 orang sempat ditahan sebelum akhirnya dibebaskan pada hari Jumat.

Para pejabat Demokrat mengkritik keras lagkah otoritas lokal dalam proses penyelidikan, yang saat ini sepenuhnya ditangani oleh FBI. Walz dan Frey merujuk pada rekaman video yang viral di media sosial, yang menunjukkan kendaraan Good justru berputar menjauhi agen dan tidak memberikan ancaman keselamatan.

"Ini seharusnya menjadi penyelidikan yang netral dan tidak memihak di mana Anda mendapatkan fakta yang sebenarnya," kata Wali Kota Frey. Ia juga membela aksi aktivis yang mencoba mengganggu operasi penindakan imigrasi sebagai tindakan yang sah secara moral.

"Anda perlu menegakkan hukum, tentu saja, tetapi ada juga persyaratan bahwa Anda menjalankan hukum dan penegakan tersebut dengan cara yang konstitusional," tambah Frey. Ia menyoroti laporan tentang wanita hamil yang diseret di jalan serta warga negara AS yang turut ditangkap dalam operasi tersebut.

(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ini Sosok Transgender Pelaku Penembak Anak-Anak di Gereja SD Katolik


Most Popular
Features