WEF ANNUAL MEETING 2026

Lawan Vietnam-Malaysia-Thailand, Ini Jurus RI Pikat Investor Dunia

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Jumat, 09/01/2026 20:25 WIB
Foto: Dok. Kementan

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia tidak berdiam di tengah persaingan menarik investor, di mana saat ini ada Thailand, Malaysia, dan Vietnam mulai menjadi tujuan investor dunia.

Deputi Promosi Penanaman Modal dan Hilirisasi Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan mengatakan bahwa daya tarik investasi di tanah air tetap berkilau dibandingkan negara tetangga.

Bahkan di saat ancaman perang di mana-mana, Nurul mengungkapkan ada peluang baru bagi Indonesia untuk menarik investasi di dalam negeri.


"Satu hal yang menarik dengan perkembangan geopolitik yang terjadi, ini kelangkaan terhadap suplai dari kebutuhan pangan, kan luar biasa. Makanya kemudian Bapak Presiden menempatkan salah satu prioritasnya adalah kemandirian pangan. Bukan dalam konteks memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga mampu menyuplai kebutuhan global," ungkapnya saat Media Briefing Danantara di wisma Danantara, Jakarta pada Jumat (9/1/2026).

Hilirisasi pangan bisa menjadi pintu masuk bagi kapital masuk sehingga turut membuka lapangan kerja yang semakin luas.

Kemudian Nurul juga mengatakan bahwa investasi yang masuk untuk program hilirisasi pangan juga akan membawa teknologi. Sehingga kombinasi antara modal, teknologi, dan penyerapan tenaga kerja dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi di masa depan.

"Nah, kombinasi antara perkebunan, pertanian dengan industri pengolahannya, ini adalah kombinasi strategis untuk menarik investasi yang menyerap tenaga kerja besar di perkebunannya dan juga menyerap teknologi dan kapital dari sisi industrinya," kata dia.

Alasan lain adalah karena Indonesia menang jumlah penduduk dibandingkan negara ASEAN lain dan populasi Indonesia memiliki daya beli sehingga menciptakan pasar yang kuat.

"Karena populasi kita jauh lebih besar. Dan populasi kita ini punya daya beli. Artinya middle income class-nya tetap tumbuh, dan itu punya kemampuan daya beli yang lebih baik juga. Sehingga mereka melihat Indonesia bukan hanya dari sisi sumber daya alam, tetapi marketnya ada," imbuh Nurul.

Indonesia akan mengikuti World Economic Forum di Davos, Swiss yang diselenggarakan pada 19-23 Januari 2026. Pada kesempatan itu Indonesia akan memperkenalkan sektor-sektor andalan yang dapat menarik investor dunia, salah satunya di industri padat karya.

Nurul mengatakan industri padat karya yang menjadi andalan adalah dari sektor pangan. "Nah kalau padat karya, kita seperti kemarin kita mau mengatakan bahwa kita punya kemampuan untuk bisa menciptakan di sektor pangan," katanya

Perwakilan Indonesia akan mencari investor-investornya baik itu pangan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan pangan baik nasional maupun pemenuhan kebutuhan regional. Pembentukan hilirisasai di sektor pangan bisa menjadi pintu masuk bagi kapital masuk sehingga turut membuka lapangan kerja.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Purbaya: Injeksi Uang ke Bank Tak Optimal, Ekonomi di Bawah 6%