MARKET DATA
Internasional

Netanyahu Dapat "Lampu Hijau" dari AS Serang Wilayah Negara Arab Ini

luc,  CNBC Indonesia
10 January 2026 11:00
Presiden AS Donald Trump menunjuk ke arah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka berjabat tangan dalam konferensi pers setelah bertemu di klub Mar-a-Lago milik Trump di Palm Beach, Florida, AS, Senin (29/12/2025). (REUTERS/Jonathan Ernst)
Foto: Presiden AS Donald Trump menunjuk ke arah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka berjabat tangan dalam konferensi pers setelah bertemu di klub Mar-a-Lago milik Trump di Palm Beach, Florida, AS, Senin (29/12/2025). (REUTERS/Jonathan Ernst)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perbatasan Lebanon kembali memanas setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut memberi tahu para menteri kabinetnya bahwa Amerika Serikat tidak akan menghalangi langkah militer Israel di negara Arab tersebut.

Menurut laporan penyiar publik Israel, Kan, sebagaimana dikutip Middle East Monitor, Jumat (9/1/2026), Netanyahu mengatakan kepada para menteri bahwa ia telah memperoleh "lampu hijau" dari Presiden AS Donald Trump untuk melancarkan serangan ke Lebanon.

Laporan tersebut muncul hanya beberapa hari setelah Kan mengungkapkan, dengan mengutip dua sumber yang mengetahui situasi, bahwa Israel tengah mempertimbangkan operasi militer di Lebanon yang ditujukan untuk menghilangkan apa yang disebut sebagai "ancaman Hizbullah".

Dalam laporannya, Kan menyebut Netanyahu membahas kemungkinan perluasan serangan Israel di Lebanon dalam pertemuan dengan Trump di Florida pada akhir Desember. Pembicaraan itu berlangsung di tengah kekhawatiran Israel bahwa kelompok Hizbullah telah memanfaatkan masa gencatan senjata untuk memulihkan sebagian kekuatan militernya.

Menurut laporan tersebut, para pejabat Israel menilai Hizbullah berhasil membangun kembali sebagian kapabilitasnya selama periode relatif tenang di perbatasan. Para pejabat itu juga mengeklaim bahwa pemerintah Lebanon tidak memiliki kemampuan atau kekuatan yang memadai untuk menghadapi dan mengekang kelompok bersenjata tersebut.

Sumber-sumber yang dikutip Kan mengatakan bahwa pemerintahan Trump tidak menutup kemungkinan Israel melakukan operasi militer terhadap Hizbullah. Namun demikian, Netanyahu disebut diminta untuk menunda pengambilan keputusan final guna memberi ruang bagi dialog lanjutan dengan pemerintah Lebanon.

Penilaian ini muncul di tengah ketegangan yang terus berlangsung di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel, yang dalam beberapa waktu terakhir kerap diwarnai insiden dan saling tuding. Di dalam negeri Israel sendiri, perdebatan makin menguat mengenai kegagalan upaya politik dan diplomatik untuk memaksa Hizbullah melucuti senjatanya.

Situasi tersebut mendorong munculnya wacana tentang fase baru dalam perhitungan strategis Israel, dengan opsi militer kembali dipertimbangkan secara lebih serius, meskipun dengan pendekatan yang disebut hati-hati.

 

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ngeri! Civil War Ancam Negara Arab, Hizbullah Beri Warning


Most Popular
Features