Trump Buka-bukaan Siap Luncurkan Serangan ke Meksiko, Kapan?
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pernyataan mengejutkan dengan mengumumkan bahwa militer AS akan segera melancarkan serangan darat terhadap kartel narkoba. Langkah ini menandai eskalasi militer besar-besaran setelah sebelumnya AS hanya berfokus pada serangan di jalur maritim.
Dalam sebuah wawancara dengan Fox News yang ditayangkan Kamis (8/1/2026) malam waktu setempat, Trump menegaskan bahwa operasi darat ini menjadi prioritas baru pemerintahannya. Meski demikian, ia belum memberikan rincian teknis mengenai lokasi spesifik maupun waktu pelaksanaan operasi tersebut.
"Kami akan mulai menggempur lewat jalur darat sekarang terkait dengan kartel-kartel ini. Kartel-kartel tersebut menguasai Meksiko," tegas Trump dalam wawancara tersebut.
Rencana serangan darat terhadap kartel di Meksiko diprediksi akan memicu ketegangan diplomatik yang hebat antara Washington dan Mexico City. Sebelumnya, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum secara tegas menyatakan bahwa benua Amerika "bukan milik" kekuatan mana pun.
Pernyataan keras Trump ini muncul hanya beberapa hari setelah aksi dramatis penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, akhir pekan lalu. Penangkapan tersebut merupakan puncak dari tekanan militer dan ekonomi yang dilakukan AS selama berbulan-bulan terhadap pemimpin sayap kiri tersebut.
Sebagai bagian dari kampanye antinarkotika tersebut, Amerika Serikat dilaporkan telah menewaskan lebih dari 100 orang dalam berbagai serangan terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba sejak September lalu. Trump juga mengklaim bahwa pasukan AS telah melakukan serangan darat di area dermaga yang digunakan oleh kapal-kapal tersebut di wilayah Venezuela.
Pada Minggu lalu, Trump sempat mengungkapkan bahwa dirinya terus mendesak Presiden Sheinbaum untuk mengizinkan pengiriman pasukan AS guna menumpas kartel narkoba di Meksiko. Namun, Trump mengakui bahwa tawaran bantuan militer tersebut sejauh ini ditolak mentah-mentah oleh pemerintah Meksiko.
Eskalasi militer ini juga mendapat kecaman dari pemerintahan sementara di Caracas yang menyebut serangan AS di wilayah kedaulatan Venezuela sebagai ancaman nyata bagi stabilitas regional. Para analis menilai bahwa jika Trump benar-benar merealisasikan serangan darat di Meksiko tanpa izin resmi, hal ini akan menjadi pergeseran radikal dalam kebijakan luar negeri AS terhadap tetangga terdekatnya.
Langkah ini juga dipandang sebagai upaya Trump untuk menunjukkan kekuatan di hadapan publik domestik AS, di mana isu peredaran narkoba lintas batas dan peran kartel Meksiko menjadi salah satu komoditas politik paling panas dalam agenda pemerintahannya.
(tps/luc)[Gambas:Video CNBC]