Soal Insentif Ekonomi Lebaran, Airlangga: Kita Pelajari Dulu!
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah belum merencanakan kebijakan insentif ekonomi untuk masa Ramadan dan Lebaran 2026, yang jatuh pada kuartal pertama.
Dia menuturkan pemerintah akan mengkaji terlebih dahulu sebelum merilis kebijakan insentif pada awal tahun ini.
"Kita akan monitor karena kan ada event lebaran yang Maret jadi kita akan monitor kita akan pelajari dulu situasinya," papar Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (9/1/2026).
Sebelumnya, pemerintah telah berupaya menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dengan menyiapkan berbagai kebijakan dan program untuk memberikan stimulus bagi perekonomian nasional, yakni paket stimulus akhir Nataru.
Salah satu program paket stimulus ekonomi pada akhir tahun ini adalah Program Diskon Tiket Transportasi pada masa Libur Nataru (Natal 2025 dan Tahun Baru 2026). Program ini ditujukan untuk memberikan insentif dan mendorong mobilitas masyarakat selama masa libur Nataru.
Program Diskon Tiket Transportasi 2025/2026 ini telah disiapkan sejak menjelang kuartal keempat yang lalu, dan seluruh persiapan teknis telah dibahas dan disiapkan bersama, khususnya melalui pembahasan teknis pada Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP).
Adapun, diskon ini diikuti oleh berbagai provider transportasi dari darat hingga udara, a.l. KAI, Pelni dan ASDP Ferry Indonesia. Diskon transportasi di Nataru diberikan untuk periode perjalanan mulai tanggal 22 Desember 2025 s.d. 10 Januari 2026, kecuali untuk kapal laut diskon diberikan untuk periode perjalanan tanggal 17 Desember 2025 s.d. 10 Januari 2026.
(haa/haa)