MARKET DATA

Purbaya Marah! Ada Perusahaan China Tak Bayar Pajak & Beli KTP Pegawai

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
09 January 2026 08:15
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (5/12/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (5/12/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menceritakan ada perusahaan baja asal China yang beroperasi di Indonesia, tetapi tidak membayar pajak pertambahan nilai (PPN). Tak hanya itu, perusahaan China ini diketahui melakukan 'pembelian Kartu Tanda Penduduk (KTP)' untuk memalsukan jumlah karyawannya.

"Ada perusahaan baja China operasi di sini lho. Nama-namanya mungkin mereka beli KTP, tapi dia nggak bayar PPN. Tadinya mau digerebek, tapi nanti kita lihat dengan saat yang tepat," papar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Purbaya mengaku, pihaknya sudah mengantongi nama-nama perusahaan tersebut. Dia berencana melakukan penggerebekan. Hal ini belum dilakukan karena menunggu waktu yang tepat.

"Ada perusahaan baja China operasi di sini lho. Nama-namanya mungkin mereka beli KTP, tapi dia nggak bayar PPN. Tadinya mau digerebek, tapi nanti kita lihat dengan saat yang tepat," kata Purbaya.

Purbaya mengaku negara mengalami kerugian besar akibat tindakan tersebut. Pasalnya, menurut Purbaya, dari satu perusahaan baja saja potensi pendapatannya bisa mencapai Rp 4 triliun per tahun.

"Potensinya kata orang yang sudah insaf itu setahun bisa Rp 4 triliun lebih, jadi besar itu, banyak perusahaan," kata Purbaya.

Menurut Purbaya, perusahaan China ini melakukan transaksi berbasis tunai (cash). Alhasil, transaksinya tidak terdeteksi sehingga bisa mengelabui pajak. Karena kerugian ini, dia memastikan akan menindak perusahaan tersebut dengan cepat.

"Pengusahanya dari China, punya perusahaan di sini, orang China semua, nggak bisa bahasa Indonesia, jual langsung ke klien cash basis nggak bayar PPN. Saya rugi banyak itu, nanti akan kita tindak dengan cepat," kata Purbaya.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Genjot Penerimaan, Purbaya Tidak Akan Kenakan Pajak Baru


Most Popular
Features