MARKET DATA

Warga RI Liburan ke Bali Menurun, Bos Hotel Ungkap Biang Keroknya

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
08 January 2026 15:50
Puncak libur Nataru tahun 2025 di Bali. (Istimewa)
Foto: Puncak libur Nataru tahun 2025 di Bali. (Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja pariwisata Bali sepanjang 2025 menunjukkan dua wajah yang bertolak belakang. Di satu sisi, kunjungan wisatawan mancanegara melonjak melampaui ekspektasi. Namun di sisi lain, jumlah wisatawan domestik tercatat mengalami penurunan tipis, memunculkan persepsi Bali terlihat lebih lengang dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya mengungkapkan, capaian wisatawan asing sepanjang 2025 sebenarnya sangat positif. Target yang ditetapkan pemerintah berhasil dilewati, bahkan mencatatkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, angka ini menjadi sinyal kuat bahwa Bali masih sangat diminati pasar global.

"2025 itu kita melampaui target ya. Jadi target 6,5 juta untuk internasional turisnya kita bisa melampaui menjadi 7.050.000 orang asing yang datang ke Bali sampai akhir tahun 2025. Nah kalau kita bandingkan di tahun 2024, tentu ini merupakan kenaikan, kenaikannya 11%," katanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (8/1/2025).

Catatan pergerakan penumpang dari Imigrasi dan bandara menunjukkan arus wisatawan asing yang konsisten sejak awal hingga akhir tahun. Bahkan, puncak kunjungan terjadi menjelang tutup tahun.

"Jadi menurut data, kan kita berdasarkan data dari Imigrasi dan Airport, turis internasional ke Bali sampai mulai Januari 2025 sampai penghujung tahun 2025, 31 Desember itu mencapai puncaknya 7.050.000 orang," ujar Rai.

Namun, kondisi berbeda justru terlihat dari wisatawan nusantara. Rai menyebut, jumlah wisatawan domestik mengalami koreksi sekitar 3-5%. Penurunan ini membuat Bali tidak seramai tahun sebelumnya, bahkan sempat memunculkan narasi viral di media sosial yang menyebut Bali tampak sepi.

"Nah yang mengalami penurunan kurang lebih 3-5% itu adalah domestiknya. Sehingga tidak ramai sekali, tidak menyebabkan kemacetan total seperti tahun sebelumnya. Jadi itu diberitakan kok sepi, anehnya viral ya itu ya nih," Sebut Rai.

Lebih lanjut, ia membeberkan sejumlah faktor yang menjadi penyebab turunnya wisatawan domestik. Minimnya libur cuti bersama menjadi salah satu pemicu utama. Selain itu, harga tiket pesawat ke Bali dinilai kurang kompetitif dibandingkan destinasi luar negeri.

"Domestik ini turun dikit, pertama karena tidak adanya libur cuti bersama. Kedua adanya tiket ke Bali itu relatif dianggap mahal, bahkan mereka compete dengan tiket yang ke Singapura lebih murah dan juga compete dengan tiket yang ke Thailand, ke Vietnam gitu loh. Paket-paketnya kan sangat menjanjikan itu," ujar Rai.

(dce)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tiba-Tiba Penjualan Tiket Pesawat Terbang 27%-Warga RI "Kabur" ke Sini


Most Popular
Features