INTERNASIONAL

Polisi Gerebek Markas Penipu & Judi Online Terbesar 5 Kota Rp 5,8 T

sef, CNBC Indonesia
Kamis, 08/01/2026 11:20 WIB
Foto: Ilustrasi (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Polisi melakukan penggerebekan jaringan perjudian dan penipuan online terbesar di Vietnam. Dilaporkan 35 orang ditangkap dan total kerugian korban mencapai US$350 juta (Rp 5,8 triliun).

Mengutip AFP Kamis (8/1/2025), operasi sebenarnya dilakukan 31 Desember lalu. Ini melibatkan lima kota di utara Vietnam termasuk Hanoi.


"Para tersangka menggunakan teknologi canggih untuk penipuan dan perjudian online," kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Geng tersebut menggunakan media sosial untuk mengiklankan barang yang dijual. Tetapi mereka tidak mengirimkan barang setelah uang ditransfer bahkan menghapus profil akun yang dimiliki.

Uang curian kemudian ditransfer lagi ke akun perjudian online untuk menghindari deteksi oleh pihak berwenang. Polisi menyita lima mobil dan 42 telepon seluler selama operasi serta membekukan 125 rekening di 16 bank.

Sebelumnya, polisi menangkap 22 tersangka Vietnam di Kamboja atas tuduhan penipuan serupa dalam operasi gabungan antara kedua negara. Ada 3.000 korban dalam kasus itu, dengan total kerugian US$285 juta.

Sejak 2020, menurut polisi, korban di Vietnam telah kehilangan US$1,5 miliar dalam lebih dari 24.000 kasus penipuan online. Di seluruh Asia Tenggara, , mengutip data badan PBB untuk Narkoba dan Kejahatan, geng kriminal telah menggunakan kasino, hotel, dan kompleks tertentu sebagai basis untuk melakukan penipuan siber yang canggih

Perlu diketahui, Kamboja menjadi tuan rumah puluhan pusat penipuan dengan puluhan ribu orang yang melakukan penipuan online, baik sukarela maupun korban perdagangan manusia. Industri ilegal itu bernilai miliaran dolar.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: China Siap Dukung Gencatan Senjata Kamboja-Thailand