MARKET DATA

Eddy Soeparno Bicara Urgensi Kesiapan Daerah Sambut Waste of Energy

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
08 January 2026 11:05
Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno. (Dok. Tim Media Eddy Soeparno)
Foto: Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno. (Dok. Tim Media Eddy Soeparno)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah segera memulai proyek "Waste to Energy" atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) tahun ini. Proyek itu akan diluncurkan di 34 titik di sejumlah daerah di Indonesia.



PSEL merupakan bagian dari program hilirisasi yang akan dilakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pada bulan ini hingga Maret mendatang. Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno menyampaikan rasa syukur dan menegaskan kembali dukungannya untuk program Waste to Energy.

"Bertahun-tahun Indonesia menghadapi masalah sampah dan tidak ada solusi komprehensifnya. Terobosan Presiden Prabowo dengan program WTE menjadi kebijakan penting dalam memenuhi hak warga untuk lingkungan hidup yang bersih dan sehat sekaligus menghasilkan energi terbarukan," ujar Eddy seperti dilansir siaran pers, Kamis (7/1/2026).

Doktor Ilmu Politik UI ini juga menyampaikan dirinya terlibat dalam penyusunan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang WTE. Ia ikut memberikan masukan agar program ini bisa sinergi dengan kesiapan daerah.

"Mulai dari pemda, perangkat hingga warga dalam impelementasinya," ungkap Eddy.

Selama fase persiapan program WTE, Eddy menyampaikan ia terus menjalin dialog dengan wali kota di beberapa daerah prioritas penerapan program. Menurut dia, dalam dialog tersebut ada banyak aspirasi yang disampaikan kepala daerah terkait pelaksanaan program ini.

"Berbagai aspirasi disampaikan seperti misalnya mengenai upaya memaksimalkan kapasitas 1000 ton hingga bagaimana agar program WTE ini sejalan dengan upaya mengubah perilaku masyarakat di hulu-nya," kata Eddy.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional ini juga menyampaikan pentingnya daerah mempersiapkan masa transisi selama program ini dipersiapkan, khususnya menghadapi lonjakan sampah di lebaran atau menjelang hari-hari besar lainnya.

"Persiapan masa transisi ini dapat dilakukan dengan penguatan layanan dasar pengelolaan sampah, optimalisasi pengangkutan sampah, penataan tempat penampungan sementara, serta penertiban praktik pembuangan liar," ujar Eddy.

"Perlu dilakukan penerapan pemilahan sampah sederhana di tingkat masyarakat, dengan fokus pada pemisahan sampah organik dan anorganik bernilai," lanjutnya.

(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Rosan Sebut Patriot Bond Bakal Danai Proyek Besar Sampah Jadi Listrik


Most Popular
Features