Sah! RI Swasembada Beras Tahun 2025, Ini Jurus Pemerintahan Prabowo
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menegaskan capaian swasembada pangan nasional dicapai melalui serangkaian kebijakan terukur, mulai dari penurunan harga pupuk, penguatan subsidi, perlindungan petani, hingga pengendalian impor.
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas kementerian di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto. Adapun salah satu jurus utama pemerintah adalah percepatan regulasi pupuk, yang langsung berdampak pada petani.
Amran mengungkapkan, aturan pupuk diterbitkan hanya dalam satu hari dan langsung menurunkan harga di lapangan.
"Regulasi pupuk saja Bapak Presiden, ini terbit satu hari. Inilah kerja Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara), Seskab (Sekretaris Kabinet), tercepat. Ini terbit satu hari. Turun harga pupuk 20%," kata Amran dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Selain harga yang turun, ketersediaan pupuk juga meningkat drastis. Dimana pemerintah memperbesar volume pupuk sekaligus memperkuat kapasitas produksi nasional.
"Naik volumenya 700%, dan bangun pabrik 7. Tanpa membebani pemerintah Bapak Presiden," ujarnya.
Amran menegaskan, kemudahan akses pupuk bagi petani dijaga melalui pengawasan ketat distribusi. Pemerintah tidak ragu mencabut izin distributor yang menjual pupuk di atas harga eceran tertinggi (HET), agar subsidi benar-benar dirasakan petani.
Di sisi produksi, pemerintah mencatat lonjakan hasil pangan nasional. Amran menyebut produksi terus didorong dan menunjukkan hasil nyata.
"Produksi kita 34 juta ton rencana tahun ini," sebut dia.
Untuk komoditas gula, pemerintah memastikan tidak ada impor gula putih tahun ini. Sementara pada beras, fokus diarahkan pada penguatan serapan dan stok nasional melalui Bulog.
"Stok kita 3,2 juta ton, hampir pasti kita lakukan ekspor tahun ini. Dan itu sejarah pertama Indonesia," kata Amran.
Lebih lanjut, perlindungan petani juga tercermin dari perbaikan harga hasil panen. Amran menegaskan, harga gabah di tingkat petani mengalami kenaikan, seiring dengan ketersediaan pupuk yang lebih murah dan melimpah. Nilai Tukar Petani (NTP) pun tercatat mencapai 125, tertinggi sejauh ini.
"Benar pupuk turun? Benar pupuk banyak? Sekali lagi swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan seluruh penyuluh petani Indonesia," tegas Amran.
Ia menambahkan, swasembada pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga kepastian kebijakan agar petani terlindungi dan tidak terguncang oleh harga maupun impor.
Foto: Menteri Pertanian Republik Indonesia Amran Sulaiman dalam acara panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Tangkapan layar Youtube Setpres RI)Menteri Pertanian Republik Indonesia Amran Sulaiman dalam acara panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Tangkapan layar Youtube Setpres RI) |
[Gambas:Video CNBC]
Foto: Menteri Pertanian Republik Indonesia Amran Sulaiman dalam acara panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Tangkapan layar Youtube Setpres RI)