MARKET DATA

Prabowo Bangga, Capaian MBG RI Kalahkan Brazil

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
06 January 2026 16:10
Presiden Prabowo Subianto saat Taklimat Awal Tahun Presiden Republik Indonesia, Hambalang, (6/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat Taklimat Awal Tahun Presiden Republik Indonesia, Hambalang, (6/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keberhasilan makan bergizi gratis (MBG). Setelah satu tahun diterapkan, MBG telah mencapai 55 juta penerima di seluruh Indonesia, baik anak-anak dan ibu hamil.

Menurut Prabowo, capaian ini cukup luar biasa jika dibandingkan dengan penerapan program yang sama di Brazil. Dia menuturkan Brazil memerlukan waktu 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima makan gratis, sementara Indonesia hanya dalam satu tahun untuk meraih 55 penerima.

"55 juta anak-anak Indonesia menerima makan, tiap hari dan termasuk ibu-ibu hamil. Ini sesuatu yang membanggakan juga karena negara-negara yang kita ketahui contoh Brasil. Presiden Brasil sampaikan ke saya butuh 11 tahun untuk capai 40 juta. Kita 1 tahun mencapai 55 juta," paparnya dalam sambutan pembukaan retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).

Sebelumnya, Prabowo sudah menyampaikan kesuksesan ini dalam Perayaan Natal Nasional kemarin, Senin (5/1/2026). Saat itu, dia menceritakan latar belakang dirinya menerapkan program ini.

Prabowo mengatakan dirinya sempat melakukan kajian dan studi kebijakan ke berbagai negara terkait pemenuhan gizi masyarakat. Salah satu yang menjadi rujukan adalah India yang memprioritaskan anggaran negara untuk program makan bergizi bagi kelompok rentan.

"Saya keliling dunia, saya belajar. Saya lihat bagaimana India membantu rakyat miskinnya dengan makan bergizi gratis," kata Prabowo.

Dalam kesempatan ini, dia menuturkan dampak ekonomi bukanlah tujuan utama dari program MBG. Baginya, yang paling penting adalah memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak.

"Saya tidak mengejar itu (dampak ekonomi). Saya hanya didorong oleh rasa tidak sampai hati melihat anak-anak Indonesia kekurangan gizi," pungkasnya.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Nampan Makan MBG Diduga Tercemar Air Limbah, Begini Kondisinya


Most Popular
Features