MARKET DATA

Prabowo Kaget, Program MBG Dipantau Anak Buah Donald Trump

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
02 February 2026 12:52
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan paparan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Sentul, Senin (2/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kemendag RI)
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan paparan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Sentul, Senin (2/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kemendag RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini makin banyak menarik perhatian negara lain untuk dipelajari. Tak terkecuali pemerintah Amerika Serikat.

Para pakar dari Gedung Putih atau White House, sebutan untuk Istana Presiden AS Donald Trump, kata dia baru kemarin mempelajari konsep kebijakan MBG, yang disebut sebagai investasi terbaik negara untuk rakyatnya.

"Saya baru satu hari yang lalu, para ahli, para pakar dari White House sedang mempelajari MBG kita sendiri. Sebelumnya, 3-4 bulan lalu Rockefeller Institute dan dia mengatakan MBG adalah investasi yang terbaik yang bisa dilakukan oleh suatu negara," kata Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).

Menurut Prabowo, program yang telah mampu dinikmati oleh 60 juta penerima dalam satu tahun masa pemerintahannya ini sudah 99,99% berhasil. Selain memenuhi asupan gizi penerimanya, juga mampu menciptakan 1 juta lapangan kerja.

Ia pun memastikan, pada Desember 2026, jumlah penerima program MBG, yang terdiri dari anak sekolah, ibu hamil, hingga lansia akan tembus 82 juta, dan dipasok makanannya secara langsung oleh 22.275 SPPG. Sehingga, turut menciptakan 3-5 juta lapangan kerja baru.

Konsep yang langsung bisa dinikmati para penerimanya inilah yang kata Prabowo memukau banyak negara, sehingga ingin belajar kebijakan MBG.

"Saya kaget sendiri, menteri kesehatan, you boleh cek, kan ini direkam, Secretary of Health dari Amerika ini bertanya tentang MBG, dan MBG kita ini sudah 60 juta dan akan mencapai 82 juta paling lambat Desember 2026," paparnya.

Menurutnya, tidak ada satupun negara yang memiliki konsep kebijakan MBG sebaik Indonesia, seperti makanan yang langsung disalurkan ke masing-masing penerimanya.

"Ibu hamil kita antar makanan coba. Lansia, orang tua, dianter makanan, kasih tau saya negara mana yang bisa begini? Dan saudara mungkin ada yang percaya saya juga kaget kok White House mau mempelajari MBG kita ini," ucap Prabowo.

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article MBG Sudah Jalan 8 Bulan, Anggaran Baru Terserap Rp 13 T


Most Popular
Features