FOTO

Hujan Malam Berubah Petaka, Sulut Dihantam Banjir Bandang-16 Tewas

Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro, CNBC Indonesia
Selasa, 06/01/2026 16:25 WIB

Banjir bandang di Kepulauan Sitaro, Sulut, menewaskan 16 orang, 3 hilang, ratusan mengungsi. Puluhan rumah rusak, status tanggap darurat ditetapkan.

1/6 Tim pencarian dan pertolongan gabungan bersama warga melakukan evakuasi pada korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Kepualauan Sitaro pada Senin (5/1/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro)

Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara, pada Senin dini hari. Hingga Selasa (6/1/2026) pukul 14.00 WIB, tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan. (Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro)

2/6 Tim pencarian dan pertolongan gabungan bersama warga melakukan evakuasi pada korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Kepualauan Sitaro pada Senin (5/1/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro)

Banjir bandang terjadi sekitar pukul 02.30 WITA setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari. Luapan sungai secara tiba-tiba membawa material lumpur dan batuan yang menerjang permukiman warga. Bencana ini berdampak pada empat kecamatan, yakni Kecamatan Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan, dengan sebaran di dua kelurahan dan enam desa. (Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro)

3/6 Tim pencarian dan pertolongan gabungan bersama warga melakukan evakuasi pada korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Kepualauan Sitaro pada Senin (5/1/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro)

Data sementara mencatat lima korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi, sementara identitas korban lainnya masih dalam proses pendataan. Selain korban jiwa, sebanyak 22 orang mengalami luka-luka dan dirawat di puskesmas setempat, sementara dua korban lainnya dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk penanganan medis lanjutan. Jumlah pengungsi sementara tercatat sekitar 682 jiwa dan masih berpotensi bertambah. (Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro)

4/6 Tim pencarian dan pertolongan gabungan bersama warga melakukan evakuasi pada korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Kepualauan Sitaro pada Senin (5/1/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro)

Dari sisi kerusakan, banjir bandang mengakibatkan tujuh unit rumah hanyut, 29 unit rumah rusak berat, serta 112 unit rumah rusak ringan. Sejumlah akses jalan terputus, jaringan listrik dan telekomunikasi sempat terganggu, serta beberapa bangunan kantor dan infrastruktur umum mengalami kerusakan. Pendataan kerugian material masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan. (Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro)

5/6 Tim pencarian dan pertolongan gabungan bersama warga melakukan evakuasi pada korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Kepualauan Sitaro pada Senin (5/1/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro)

BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro bersama BPBD Provinsi Sulawesi Utara, Basarnas, TNI/Polri, serta relawan terus melakukan pencarian korban hilang, evakuasi warga terdampak, dan penyaluran bantuan darurat. Bantuan logistik telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. (Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro)

6/6 Tim pencarian dan pertolongan gabungan bersama warga melakukan evakuasi pada korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Kepualauan Sitaro pada Senin (5/1/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro)

Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari, terhitung mulai 5 hingga 18 Januari 2026, sesuai Keputusan Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Nomor 1 Tahun 2026. BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di wilayah Sulawesi Utara. (Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro)