MARKET DATA

Punya Aset Lapangan Minyak di Venezuela, Pertamina Buka Suara

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
06 January 2026 08:45
Lapangan minyak yang dikelola Pertamina Internasional EP (PIEP) di luar negeri. Dok: Pertamina Hulu Energi
Foto: Lapangan minyak yang dikelola Pertamina Internasional EP (PIEP) di luar negeri. Dok: Pertamina Hulu Energi

Jakarta, CNBC Indonesia - Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memicu kekhawatiran. Khususnya terhadap keberlangsungan investasi asing di negara tersebut, termasuk aset migas milik Indonesia.

Seperti diketahui, Indonesia melalui PT Pertamina (Persero) tercatat memiliki lapangan minyak di Venezuela. Aset tersebut berada di bawah pengelolaan Maurel & Prom (M&P), yang 71,09% sahamnya dimiliki PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP).

Manager Relations Pertamina Internasional EP (PIEP) Dhaneswari Retnowardhani memastikan hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset maupun operasional perusahaan di Venezuela.

"Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela," kata Dhaneswari dalam keterangan tertulis, Selasa (6/1/2026).

Menurut dia, pihaknya terus melakukan pemantauan secara cermat terhadap perkembangan situasi geopolitik dan keamanan di negara tersebut. Selain itu, koordinasi juga dilakukan secara berkelanjutan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Caracas sebagai bagian dari langkah kehati-hatian perusahaan.

"Serta menjalin koordinasi yang berkelanjutan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas sebagai bagian dari langkah kehati-hatian dan komitmen perusahaan dalam memastikan keselamatan serta keberlangsungan operasional," katanya.

Mengutip situs resmi PIEP, melalui kepemilikan tidak langsung di Maurel & Prom, Pertamina memiliki pengelolaan pada beberapa lapangan minyak di Venezuela.

Antara lain seperti di Petroregional (Urdaneta West) di mana perusahaan memegang 50% saham dengan tingkat produksi sekitar 40% (setara 32% secara neto bagi M&P).

Berikutnya yakni aset di Lagopetrol (Block 70/80), di mana M&P memiliki 10% kepemilikan melalui Integra, dengan produksi sekitar 26,35% (sekitar 2,635% secara neto bagi M&P).

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article PIS Gelar Upacara Bendera di Bawah Laut & Transplantasi Terumbu Karang


Most Popular
Features