MARKET DATA
INTERNASIONAL

10 Arti Trump Tangkap Maduro bagi Dunia, Perkuat Rusia-China

tfa,  CNBC Indonesia
05 January 2026 22:00
Seorang pendukung Presiden Venezuela Nicolas Maduro memegang lukisan dirinya dan mendiang Presiden Hugo Chavez, selama pawai yang menyerukan pembebasan Maduro, setelah ia dan istrinya Cilia Flores ditangkap menyusul serangan AS di Venezuela, di Caracas, Venezuela, 4 Januari 2026. (REUTERS/Fausto Torrealba)
Foto: Seorang pendukung Presiden Venezuela Nicolas Maduro memegang lukisan dirinya dan mendiang Presiden Hugo Chavez, selama pawai yang menyerukan pembebasan Maduro, setelah ia dan istrinya Cilia Flores ditangkap menyusul serangan AS di Venezuela, di Caracas, Venezuela, 4 Januari 2026. (REUTERS/Fausto Torrealba)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan militer Amerika Serikat (AS) atas perintah Presiden Donald Trump memicu gelombang konsekuensi geopolitik global. Langkah ini tidak hanya dinilai mengoyak norma hukum internasional, tetapi juga membuka peluang dan tantangan baru bagi kekuatan besar seperti China dan Rusia, sekaligus mempengaruhi stabilitas dunia di era multipolar.

Berikut sepuluh implikasi utama tindakan Trump, berdasarkan analisis para pakar di Chicago Council on Global Affairs, dikutip Senin (5/12/2026).

1. Ancaman Baru bagi Kepala Negara Non-Kompromi

Daniel W. Drezner, Nonresident Senior Fellow, menyebut pemerintahan Trump menunjukkan sikap abai terhadap hukum internasional.

"Administrasi Trump tidak peduli dengan hukum internasional saat menyerang pemimpin negara lain, yang bisa membuat negara tanpa patron kuat menjadi lebih tunduk terhadap tekanan AS atau mencari perlindungan dari kekuatan lain," ujarnya.

Sinyal ini mempertegas bahwa Washington siap menggunakan kekuatan terhadap pemimpin yang dianggap musuh atau tidak sejalan dengan kepentingannya.

2. Kunci Diplomatik Besar bagi China

Paul Heer, Nonresident Senior Fellow, menilai langkah AS justru membuka peluang strategis bagi Beijing.

"China memiliki kemitraan strategis dengan Venezuela, yang memberi Beijing kesempatan tampil sebagai aktor internasional yang bertanggung jawab dan mengecam penggunaan kekuatan oleh AS," kata Heer.

China pun mengecam operasi tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan, membuka peluang meraih simpati negara berkembang.

3. Dominasi AS di Belahan Barat, Tantangan Global

CEO Chicago Council on Global Affairs Leslie Vinjamuri menilai operasi ini menegaskan prioritas geopolitik Washington.

"Trump menunjukkan bahwa dominasi di Belahan Barat adalah prioritas utama AS, bahkan dengan mengorbankan kehormatan hukum internasional," ujarnya.

Operasi ini mencerminkan strategi AS untuk menegaskan kontrolnya di kawasan Amerika Latin, sekaligus mengurangi pengaruh China dan Rusia di wilayah yang kaya sumber daya seperti minyak.

4. Kejutkan Pasar Energi dan Keuangan

Penangkapan Maduro berdampak langsung pada pasar global, terutama harga minyak dan pasar saham, mengingat Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.

"Fakta bahwa ini terjadi begitu awal di tahun baru... dampak lanjutan di pasar ekuitas AS dan pasar lainnya akan patut diperhatikan," kata ekonom Lord Jim O'Neill.

5. Dalih Akses ke Sumber Daya Minyak

Meski diklaim sebagai penegakan hukum terkait narkoterorisme, motif energi dinilai tak bisa diabaikan.

"Semakin AS menggunakan serangan ini sebagai dalih untuk mengamankan akses ke minyak, semakin kuat tuduhan bahwa Washington melanggar hukum internasional dan memperkuat narasi lawan global," ujar Joshua Busby, Nonresident Senior Fellow.

6. Kesalahan Politik dalam Penanganan Operasi

Beberapa analis menilai keberhasilan militer tidak sejalan dengan legitimasi politik jangka panjang.

"Meskipun berhasil secara militer, operasi ini tidak sah menurut hukum internasional, kecuali definisi 'pembelaan diri' dalam Piagam PBB diperluas hingga batas maksimalnya," kata Paul Poast, Nonresident Senior Fellow.

7. Penguatan Aliansi Global Alternatif

Langkah sepihak AS mendorong banyak negara meninjau ulang aliansinya. Rusia dan China, yang memiliki hubungan strategis dengan Venezuela, berpotensi memperluas pengaruh diplomatiknya di tengah kritik global terhadap Washington.

8. Preseden Baru Intervensi Militer

Langkah ini dapat menciptakan preseden baru bagi aksi unilateral oleh kekuatan besar terhadap negara lain, sesuatu yang bisa dibalas atau dimanfaatkan oleh rival besar AS seperti Rusia di Ukraina maupun China di Taiwan.

9. Ketidakpastian bagi PBB dan Hukum Global

Penggunaan kekuatan besar tanpa persetujuan Dewan Keamanan PBB menimbulkan pertanyaan serius soal efektivitas lembaga internasional dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia, sebuah ruang yang sering dimanfaatkan oleh China dan Rusia untuk memperluas pengaruhnya.

10. Respons Global yang Terbelah

Reaksi dunia terpolarisasi, mulai dari kecaman keras hingga dukungan terbatas. China menyatakan "terkejut dan mengecam", sementara sejumlah negara Eropa menyerukan penyelesaian damai dan penghormatan terhadap Piagam PBB, menurut laporan Axios.

Penangkapan Nicolas Maduro oleh AS bukan sekadar peristiwa politik regional. Langkah ini menandai babak baru persaingan geopolitik global, sekaligus memberi momentum bagi rival AS seperti Rusia dan China untuk memperkuat posisi mereka dalam tatanan dunia yang kian terfragmentasi.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Awas 'Perang' Amerika! AS Bom Kapal Venezuela, 3 Tewas-Maduro Ngamuk


Most Popular
Features