MARKET DATA

1,3 Juta Orang Naik LRT Jabodebek Selama Nataru, Ada Kenaikan 10%

Martya Rizky,  CNBC Indonesia
05 January 2026 14:45
LRT Jabodebek. (Dok. LRT Jabodebek)
Foto: LRT Jabodebek. (Dok. LRT Jabodebek)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan signifikan jumlah pengguna LRT Jabodebek selama Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026). Dalam periode 18 hari, mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, LRT Jabodebek melayani 1.321.733 pengguna, meningkat sekitar 10% dibandingkan Nataru 2024/2025 yang tercatat sebanyak 1.198.315 pengguna.


Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika mengatakan, peningkatan tersebut menegaskan peran LRT Jabodebek sebagai moda transportasi perkotaan yang tak hanya andal pada hari kerja, tetapi juga menjadi pilihan utama masyarakat saat libur panjang. Selama periode Nataru, layanan ini dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan perjalanan, mulai dari menuju destinasi wisata, aktivitas keluarga, hingga akses ke pusat-pusat kegiatan perkotaan.


"Selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pengguna LRT Jabodebek semakin merasakan manfaatnya. Integrasi antarmoda dan kemudahan akses ke berbagai pusat aktivitas membuat LRT Jabodebek menjadi solusi mobilitas perkotaan yang praktis, aman, dan terjadwal," kata Radhitya dalam keterangannya, dikutip Senin (5/1/2026).


Tingginya animo masyarakat juga tercermin dari pergerakan penumpang di sejumlah stasiun utama. Lima stasiun LRT Jabodebek dengan jumlah pengguna tertinggi selama periode Nataru 2025/2026 adalah Stasiun Dukuh Atas sebanyak 443.925 pengguna, Harjamukti 305.962 pengguna, Cikoko 223.881 pengguna, Kuningan 190.401 pengguna, serta Bekasi Barat 181.509 pengguna.


"Tingginya pergerakan di stasiun tersebut berkaitan dengan lokasinya yang melayani kawasan dengan aktivitas perjalanan yang beragam serta keterhubungannya dengan perjalanan lanjutan di wilayah Jabodebek," ungkapnya.


Salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan signifikan ini adalah keunggulan integrasi antarmoda. Jaringan LRT Jabodebek terhubung dengan KRL Commuter Line, Kereta Cepat Whoosh, KA Bandara, MRT Jakarta, Transjakarta, serta berbagai moda transportasi lainnya. Konektivitas tersebut memudahkan masyarakat berpindah moda secara efisien dan menjangkau kawasan hunian, perkantoran, hingga area komersial dan ruang publik.


Selain itu, kehadiran LRT Jabodebek turut membantu mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi, terutama pada periode libur dengan tingkat mobilitas yang tinggi.


"Dengan layanan yang terintegrasi dan berkelanjutan, LRT Jabodebek berkontribusi mendukung mobilitas perkotaan yang lebih tertib, efisien, dan ramah lingkungan," pungkasnya.

(hoi/hoi)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article KAI Dapat PSO Rp 5,8 T di 2026, Tiket KRL-LRT Jabodebek Disubsidi


Most Popular
Features