Breaking! Neraca Dagang RI Surplus US$ 2,66 M di November 2025

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Senin, 05/01/2026 11:17 WIB
Foto: Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa di Badan Pusat Statistik BPS Pudji Ismartini, Senin (5/1/2025). (Tangkapan layar youtube BPS Statistics)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS), pada Senin (5/1/2026), mengumumkan neraca perdagangan pada November 2025 surplus US$ 2,66 miliar.

Surplus ini lebih tinggi dibandingkan catatan Oktober 2025, sebesar US$ 2,4 miliar. Ini adalah surplus Indonesia dalam 67 bulan beruntun. Surplus ini didapatkan dari nilai ekspor US$ 22,52 miliar dan impor sebesar US$ 19,86 miliar.


Adapun, sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan bahwa surplus neraca dagang selama Januari sampai dengan November 2025 mencapai US$38,7 miliar.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah, surplus neraca dagang secara kumulatif selama 2025 sampai dengan November lalu itu tumbuh 32,3% (yoy) dari periode yang sama tahun lalu yakni US$29,2 miliar.

Namun, Purbaya melihat adanya perlambatan ekspor akibat efek frontloading eksportir menghadapi pengenaan tarif impor Amerika Serikat (AS).

"Neraca perdagangan kumulatif itu naiknya sebesar 32,2% jadi net impact dari perkembangan global ke kita malah membaik, jadi global mendukung terus, menopang recovery di ekonomi kita," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA edisi November 2025, dikutip Senin (5/1/2025).


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Purbaya: Injeksi Uang ke Bank Tak Optimal, Ekonomi di Bawah 6%