Kota Caracas diserang oleh Amerika Serikat dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap atas perintah Presiden AS Donald Trump. Penangkapan tersebut berkaitan dengan aktivitas narkoterorisme yang dituding dilakukan oleh Maduro. Namun, alasan tersebut diragukan oleh sejumlah pihak, yang menduga adanya kepentingan Trump untuk menguasai sumber daya minyak dan gas Venezuela. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins/File Photo)
Kecurigaan tersebut semakin menguat setelah pernyataan mengenai pengelolaan minyak Venezuela oleh perusahaan-perusahaan AS disampaikan oleh Trump. (REUTERS/Pedro Lazaro Fernandez)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, akan mengizinkan perusahaan-perusahaan minyak AS masuk ke Venezuela guna mengelola cadangan minyak mentah raksasa negara tersebut. (REUTERS/Juan Carlos Hernandez)
Trump menyampaikan rencana tersebut dalam konferensi pers di Florida. Ia menyebut perusahaan-perusahaan energi terbesar Amerika akan menanamkan investasi miliaran dolar untuk memperbaiki infrastruktur migas Venezuela yang selama ini terbengkalai. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins/File Photo)
Saat ini, produksi minyak Venezuela hanya sekitar kurang dari 1 juta barel per hari, menurut data OPEC, dan sebagian besar dijual di pasar gelap dengan potongan harga besar. (REUTERS/Jorge Silva/File) Photo
Trump menuduh pemerintah Venezuela menggunakan pendapatan minyak untuk mendanai kejahatan lintas negara. Trump mengklaim Caracas menggunakan uang minyak untuk membiayai terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan. REUTERS/Juan Carlos Hernandez
Venezuela sendiri diketahui memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, mengalahkan negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Iran. Menurut data Administrasi Informasi Energi (EIA) AS, Venezuela yang merupakan salah satu pendiri OPEC memiliki cadangan minyak terbesar di dunia sebesar 303 miliar barel atau 17 persen dari cadangan global. (REUTERS/Liz Hampton/File Photo)