MARKET DATA
Internasional

Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Lokasi Rawan Ini, 17 Orang Tewas

Tommy Patrio Sorongan,  CNBC Indonesia
02 January 2026 14:40
Afgan people gather along a road before a floaded area between Samangan and Mazar-i-Sharif following a flash flood after a heavy rainfall in Feroz Nakhchir district of Samangan Province on May 11, 2024. At least 62 people, mainly women and children, were killed on May 10 in flash flooding that ripped through Afghanistan's Baghlan province, in the north of the country, a local official told AFP. (Photo by Atif Aryan / AFP)
Foto: AFP/ATIF ARYAN

Jakarta, CNBC Indonesia - Curah hujan tinggi dan hujan salju hebat yang mengakhiri musim kemarau panjang di Afghanistan membawa bencana. Banjir bandang dilaporkan menerjang sejumlah wilayah di negara tersebut, menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai 11 orang lainnya.

Juru bicara Gubernur Herat, Mohammad Yousaf Saeedi, mengonfirmasi bahwa lima di antara korban tewas merupakan satu keluarga di distrik Kabkan, Provinsi Herat. Insiden tragis tersebut terjadi pada Kamis (1/1/2026) waktu setempat, di mana atap rumah mereka runtuh akibat hantaman hujan. Dua di antara korban tewas adalah anak-anak.

Juru bicara Otoritas Manajemen Bencana Nasional Afghanistan (ANDMA), Mohammad Yousaf Hammad, menyatakan bahwa sebagian besar korban jiwa jatuh sejak Senin di distrik-distrik yang terdampak banjir. Cuaca ekstrem ini juga melumpuhkan aktivitas harian di wilayah tengah, utara, selatan, hingga barat Afghanistan.

"Banjir bandang telah merusak infrastruktur penting, membunuh hewan ternak, dan berdampak langsung pada 1.800 keluarga," kata Hammad dikutip Al Jazeera.

Kondisi ini memperburuk situasi masyarakat di perkotaan maupun pedesaan yang sudah sangat rentan. Saat ini, tim penilai telah dikirim ke daerah-daerah terdampak paling parah untuk menentukan bantuan yang dibutuhkan.

Beredar video di platform media sosial X yang memperlihatkan sebuah truk terbalik akibat banjir bandang di jalan raya Herat-Kandahar dekat Dasht-e Bakwa. Video lain juga menunjukkan momen mencekam saat sejumlah orang berusaha menyelamatkan diri setelah bus yang mereka tumpangi terbalik diterjang arus banjir yang sangat kuat.

Afghanistan, bersama dengan negara tetangganya Pakistan dan India, merupakan wilayah yang sangat rentan terhadap peristiwa cuaca ekstrem. Konflik yang terjadi selama puluhan tahun, infrastruktur yang buruk, penggundulan hutan, serta dampak perubahan iklim yang makin intens memperparah dampak bencana ini.

Hal ini terutama terlihat di daerah terpencil di mana mayoritas rumah warga hanya terbuat dari lumpur, sehingga memberikan perlindungan yang sangat terbatas terhadap bencana alam.

Sebelumnya pada Agustus lalu, gempa berkekuatan magnitudo 6,0 sempat melanda perbatasan Afghanistan-Pakistan dan menewaskan lebih dari 1.400 orang, di mana upaya penyelamatan saat itu juga terhambat oleh banjir bandang di Provinsi Nangarhar.

PBB dan berbagai lembaga bantuan internasional pekan ini memperingatkan bahwa Afghanistan diperkirakan akan tetap menjadi salah satu lokasi krisis kemanusiaan terbesar di dunia pada 2026.

 

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Hujan Deras Semalaman Picu Banjir Bandang, 400 Tewas-Ratusan Hilang


Most Popular
Features