Prabowo Absen Buka Bursa Saham di 2026, Purbaya Ungkap Alasannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Dari tahun ke tahun, seremoni pembukaan perdana perdagangan pasar saham awal tahun di Bursa Efek Indonesia (BEI) dilakukan langsung oleh Presiden RI. Namun, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kebiasaan itu tak terjadi.
Sama seperti tahun lalu, pada pembukaan perdagangan BEI 2026 Prabowo tidak hadir. Seremoni itu hanya dihadiri sejumlah pejabat negara, seperti Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga direksi BEI.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Prabowo tak bisa menghadiri seremoni pembukaan perdagangan saham awal tahun karena tengah di Aceh, meninjau korban bencana banjir dan upaya rekonstruksi.
"Presiden lagi di Aceh Itu juga menunjukkan bahwa presiden amat peduli dengan masalah yang dihadapi masyarakat. Artinya yang lain pun nanti akan diperhatikan, termasuk ekonominya," kata Purbaya seusai menghadiri pembukaan perdagangan 2026 di BEI, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Purbaya menekankan, fokus kepala negara saat ini ialah untuk memastikan pemulihan ekonomi masyarakat korban bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terjadi. Meski tak mengenyampingkan aktivitas perdagangan di BEI.
"Jadi komitmen presiden terhadap masyarakat, terhadap ekonomi, amat kuat. Diperlihatkan dengan kunjungannya ke Aceh itu. Jadi enggak apa-apa. Kan alat-alatnya presiden di sini semua," kata Purbaya.
(arj/haa)