Momen Walkot Muslim New York Mamdani Sumpah dengan Al-Quran, Janji Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Zohran Mamdani kini telah resmi menjadi pemimpin Muslim pertama, di kota terbesar Amerika Serikat (AS), New York. Ia sudah dilantik sebagai Wali Kota New York ke-110 di malam pergantian tahun 2026, Kamis (1/1/2026).
Politisi kelahiran Afrika dan keturunan India itu mengucapkan sumpah di atas Al-Quran berusia berabad-abad di stasiun kereta bawah tanah yang telah lama ditutup di bawah Balai Kota. Dalam pidato pelantikan publik di luar Balai Kota pada hari itu, Mamdani sangat menekankan ideologi sosialis demokratiknya, berjanji untuk "memerintah secara luas dan berani".
"Saudara-saudara sebangsa New York, hari ini dimulailah era baru!" serunya dalam pidato hampir 25 menit di hadapan sekitar 4.000 orang, dikutip RT Jumat (2/1/2026).
"Saya terpilih sebagai sosialis demokratik dan saya akan memerintah sebagai sosialis demokratik," tegasnya.
"Saya tidak akan meninggalkan prinsip-prinsip saya karena takut dianggap radikal."
Ia juga berjanji mewujudkan layanan penitipan anak universal, pembekuan sewa, bus gratis, dan pajak bagi penduduk terkaya untuk mendanai agendanya. Ia menolak pengaruh kekayaan dan kekuasaan dalam pemerintahan kota, bersumpah untuk bertanggung jawab kepada rakyat, bukan kepada "miliarder atau oligarki mana pun yang mengira mereka dapat membeli demokrasi kita".
"Mereka ingin tahu apakah sayap kiri dapat memerintah. Mereka ingin tahu apakah perjuangan yang menimpa mereka dapat diselesaikan," kata Mamdani lagi dimuat AFP.
"Kita akan melakukan sesuatu yang dilakukan warga New York lebih baik daripada siapa pun: kita akan menjadi contoh bagi dunia."
"Mulai hari ini, kita akan memerintah secara luas dan berani."
Upacara pelantikannya dihadiri sekutu progresif, termasuk Senator Bernie Sanders. Anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez, juga datang dan memuji kemenangan Mamdani seraya menyebutnya sebagai respons terhadap "masa-masa yang tidak dapat diterima dan belum pernah terjadi sebelumnya", menyinggung pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Ribuan orang juga memadati pusat kota Manhattan melihat pelantikannya. Banyak pendukungnya mengenakan topi rajut kuning dan biru bertuliskan "Zohran," untuk menyaksikan upacara tersebut.
"Ini adalah pertama kalinya dalam hidup kami berdua merasakan semacam harapan politik," kata seorang ilmuwan berusia 31 tahun, Jacob Byerly.
Mamdani, yang menyebut dirinya sosialis demokrat, berkuasa pada saat Trump mendorong agenda sayap kanan yang keras. Kantor Mamdani mengatakan bahwa tempat yang sederhana di bawah Balai Kota mencerminkan komitmennya kepada kaum pekerja.
Para analis mengatakan kemungkinan Mamdani akan menghadapi masalah pembatasan anggaran dari federal saat memimpin. Soal imigran juga akan menjadi konflik lain antara dirinya dan Trump, di mana Mamdani berjanji melindungi komunitas itu.
(sef/sef)