Korban Tewas Banjir dan Longsor di Sumatra Sudah 441 Orang
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama seluruh unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dan para relawan terus melakukan penanganan darurat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Penanganan difokuskan pada pencarian dan pertolongan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pembukaan akses wilayah terisolir, serta percepatan distribusi logistik, baik melalui darat maupun udara.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Kapusdatin BNPB) Abdul Muhari mengungkapkan data terbaru korban tewas hingga sore ini mencapai 441 jiwa.
Foto: Banjir bandang menerjang Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Indonesia, Sabtu (29/11/2025). (REUTERS/Arif Nasution)Banjir bandang menerjang Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Indonesia, Sabtu (29/11/2025). (REUTERS/Arif Nasution) |
Adapun jumlah korban tewas terbanyak di Sumatra Utara dengan 216 jiwa. Sedangkan di Aceh mencapai 96 jiwa dan Sumatra Barat 129 jiwa.
Sedangkan jumlah korban hilang mencapai 406 jiwa. Jumlah yang terluka mencapai 646 jiwa. Jumlah terdampak 1,1 juta jiwa dan 209,7 ribu jiwa mengungsi. Jumlah kabupaten terdampak sebanyak 46.
Akses infrastruktur di ketiga provinsi ini banyak mengalami kerusakan. Rinciannya adalah 827 unit rumah rusak berat, 694 unit rumah rusak sedang, 1.300 rumah rusak ringan, 43 unit fasdik rusak, dan 133 jembatan rusak.
(wur/wur)[Gambas:Video CNBC]
Foto: Banjir bandang menerjang Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Indonesia, Sabtu (29/11/2025). (REUTERS/Arif Nasution)