Perjalanan Karier Rio Christiawan, dari Hukum Hingga Bisnis Hijau

Teti Purwanti, CNBC Indonesia
Minggu, 30/11/2025 15:36 WIB
Foto: Person of The Month Rio Christiawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Perjalanan panjang Rio Christiawan dalam mengembangkan bisnis hijau dan mendorong praktik keberlanjutan di Indonesia adalah cerminan dari komitmen seorang akademisi dan profesional hukum yang memilih untuk turun langsung ke lapangan. Sebagai legal & sustainability expert sekaligus Co-Founder dan CEO Pagatan Usaha Makmur, Rio melihat peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tetap memastikan keberlangsungan lingkungan melalui pemanfaatan dan pengembalian fungsi hutan.

Tak hanya dikenal sebagai pebisnis, Rio juga merupakan penulis dan akademisi yang telah meraih gelar associate professor. Pria kelahiran Kediri, Jawa Timur, ini aktif mengajar di berbagai kampus ternama dalam bidang kepakaran seperti corporate finance, hukum korporasi, lingkungan, dan etika bisnis. Ia meyakini bahwa seorang pengajar harus melalui siklus mengalami-menulis-mengajarkan, sehingga ilmu yang dibagikannya berangkat dari pengalaman nyata.

"Kadang-kadang kritik mahasiswa sekarang kebanyakan teori atau jargon. Oleh karena itu saya memastikan saya mengalami, saya menuliskan lalu saya mengajarkan. Saya juga percaya teori pentahelix, bahwa sesuatu bisa terjadi jika ada kolaborasi. Saya mengaitkan pentahelix elemen itu," cerita Rio kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (11/10/2025).


Rio adalah figur yang sejak lama mengkaji dan menghidupi praktik sustainability. Empat hingga lima tahun lalu, ketika isu keberlanjutan masih dianggap wacana, ia sudah meneliti, menulis jurnal, menerbitkan buku, serta terjun langsung mengimplementasikannya di lapangan.

"Saya belajar sustainability selama 10 tahun, menjalankan riset, menulis buku, dan kini buku terbaru saya terbit soal perdagangan karbon," tegasnya.

Hingga kini, Rio telah menulis lebih dari 20 judul buku, bahkan sebelum dirinya aktif mengembangkan bisnis restorasi ekosistem. Pada Agustus lalu, ia meluncurkan buku terbarunya yang ditulis selama dua tahun, sambil menunggu beragam regulasi pemerintah terkait perdagangan karbon. Buku tersebut tidak hanya ditujukan untuk mahasiswa, tetapi juga untuk siapa pun yang ingin memahami bisnis reforestasi dan peluang ekonomi hijau.

Sebagai pebisnis yang menjunjung prinsip keseimbangan, Rio percaya bahwa reforestasi yang baik akan menghasilkan profit secara alami. Menurutnya, keberlanjutan hadir bukan hanya untuk mencari keuntungan, tetapi untuk menciptakan dampak sirkuler yang kembali pada masyarakat.

"Sustainability itu ada people, planet, profit, dan terbaru purpose. Tentu usaha ini mencari profit, kalau tidak, maka tidak akan ada dampak sirkuler. Tetapi yang saya kejar adalah bagaimana pengembangan bisnis bisa mengembalikan manfaat kepada masyarakat," tegas Rio.

Rio percaya bisnis keberlanjutan adalah masa depan Indonesia, pasalnya Indonesia adalah negara dengan kekayaan alam yang melimpah, luasan hutan ketiga. Menurutnya, modalnya sudah ada, tinggal merawat, dan menjaga.

"Tidak mahal, hanya perlu kemauan! Jadi kekayaan alam terjaga, masyarakat sederhana. Makanya saat saya membuat PUM, usaha ini quick win, apa yang selain profit bisa menimbulkan ekonomi sirkuler. Dalam lima hingga 10 tahun ke depan, tren bisnis ini akan meningkat, hingga 2045 dan seterusnya," pungkas Rio.

Sebagai informasi, Bisnis PUM telah berdampak pada 2.700 Kepala Keluarga yang menyentuh sektor kehutanan, pertanian bahkan bisnis UMKM dan digitalisasi. Langkah ini mampu memberikan dampak berganda dalam membangkitkan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja hingga memperluas ekosistem masyarakat sekitar.

Saat ini PUM mengelola konsesi lahan hutan 23.500 hektar dengan komposisi hutan, lahan gambut, nipah, konservasi orang utan hingga beruang madu dan lebah madu yang mampu menghasilkan bisnis masyarakat terkait pisang, kopi, kolagen madu.

 


(rah/rah)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Resep Rio Christiawan Ciptakan Warisan Bisnis Berkelanjutan