Putin Ucapkan Belasungkawa ke RI Atas Banjir Bandang Sumatra

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Minggu, 30/11/2025 13:00 WIB
Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin memeriksa latihan militer pasukan nuklir negaranya di darat, laut, dan udara untuk menguji kesiapan dan struktur komando mereka, melalui tautan video dari Moskow, Rusia, 22 Oktober 2025. (Sputnik/Alexander Kazakov/Pool via REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bencana banjir yang melanda pulau Sumatra ternyata juga menjadi perhatian Presiden Rusia Vladimir Putin. Putin menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto atas bencana banjir yang menewaskan ratusan jiwa.

Mengutip situs kantor berita negara milik Rusia, Tass, orang nomor satu di Rusia tersebut mengatakan bahwa Rusia turut merasakan kesedihan mereka yang kehilangan orang-orang yang mereka cintai dalam bencana alam ini.

"Bapak Presiden yang terhormat, terimalah belasungkawa saya yang terdalam atas jatuhnya korban jiwa dan kerusakan yang meluas yang disebabkan oleh banjir di Sumatra bagian utara," ujarnya dikutip Minggu (30/11).


Putin berharap agar daerah-daerah yang terkena dampak bencana dapat segera kembali ke kehidupan yang normal kembali.

Data terkini, per Sabtu 29 November 2025 dari BNPB menyebut di wilayah Sumut telah mencapai 166 jiwa atau bertambah 66 jiwa dari data Jumat (28/11/2025) kemarin sebanyak 116 korban meninggal. Sementara itu 143 orang masih dalam pencarian per sore ini, dengan lebih dari 5.000 KK melakukan pengungsian.

Adapun kabupaten kota di Sumut yang terdampak banjir yakni Tapanuli Utara, Tapanuli tengah, Sibolga, Humbahas, Kota Padang Sidempuan, Pakpak Bharat dan Mandailing Natal. Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan wilayah yang paling terdampak.

Akses transportasi di beberapa titik masih belum bisa dilalui lewat darat, dengan akses komunikasi juga masih terbatas, meski telah mengalami perbaikan signifikan dari hari sebelumnya.

Namun, BNPB sudah menyalurkan bantuan berupa paket Starlink, sehingga jalur komunikasi berangsur membaik. Selain itu juga ada bantuan logistik lainnya berupa makanan siap saji, kapal karet, dan peralatan pengungsian lainnya. Selanjutnya, untuk menormalisasi jalur-jalur terputus, sudah diperkuat dengan alutsista dan alat-alat berat.

"Untuk tranpsortasi udara, BNPB menyediakan 2 unit helikopter dan 1 unit pesawat karavan, di luar pesawat yang digunakan untuk modifikasi cuaca. Semoga pesawat ini bisa membantu proses evakuasi dan logistik," kata Suharyanto.

Selanjutnya, untuk Aceh, ada 47 korban meninggal, 51 hilang dan 8 luka-luka. Pengungsi di seluruh Aceh ada 48.887 KK. BNPB mengatakan masih banyak wilayah yang belum bisa diakses, sehingga data ini akan terus diperbarui.

Secara rinci berikut daftar korban di Aceh secara rinci:

1. Aceh Tengah 16 meninggal dan 2 hilang

2. Bener Meuriah 12 meninggal dan 3 hilang

3. Aceh Tenggara 7 meninggal, 25 hilang dan 5 luka luka

4. Pidie Jaya 4 meninggal dan 4 hilang

5. Bireuen 4 meninggal dunia

6. Gayo 2 meninggal dunia dan 4 hilang

7. Subulussalam 1 meninggal

8. Lhokseumawe 1 meninggal dan 3 hilang

9. Aceh Tamiang 3 luka-luka

Sementara itu untuk wilayah Sumatra Barat dari semula 16 wilayah terdampak, kini tersisa 6 kabupaten dan kota. Hal ini dikarenakan wilayah lain telah cenderung pulih dengan kondisi cuaca cerah.

Wilayah yang masih dalam penanganan adalah Agam, Padang Pariaman, Solok, Kota padang, Tanah Datar dan Padang Panjang.

Sumatra Barat menjadi wilayah paling parah kedua dari sisi korban jiwa. Tercatat jumlah korban jiwa telah mencapai 90 orang meninggal, 85 hilang dan 10 luka-luka.

1. Kabupaten Agam 74 meninggal dan 78 hilang

2. Pasaman Barat 1 meninggal, 6 hilang dan 1 luka-luka

3. Padang Panjang 7 meninggal dan 3 hilang

4. Padang 5 meninggal

5. Solok 1 meninggal

6. Tanah Datar 2 meninggal, 1 hilang dan 4 luka-luka


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Putin-Xi Jinping Bersatu, Rusia & China Buat Rudal-Nuklir Bareng