Banjir & Longsor! Tetangga RI Umumkan Keadaan Darurat, 153 Orang Tewas

pgr, CNBC Indonesia
Minggu, 30/11/2025 07:00 WIB
Foto: Seorang pria mengarungi jalan yang terendam banjir setelah hujan deras di Wellampitiya, Sri Lanka, 28 November 2025. (REUTERS/Thilina Kaluthotage)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sri Lanka mengumumkan keadaan darurat pada Sabtu (29/11/2025) dan meminta bantuan internasional setelah jumlah korban tewas akibat banjir dan longsor yang dipicu oleh Siklon Ditwah meningkat menjadi 153 orang, dengan 191 orang lainnya masih hilang.

Mengutip AFP, dalam laporan Pusat Manajemen Bencana (DMC), cuaca ekstrem tersebut telah menghancurkan lebih dari 20.000 rumah, memaksa 108.000 orang mengungsi ke tempat penampungan sementara yang dikelola pemerintah.

"Sebanyak 798.000 orang lainnya membutuhkan bantuan setelah terpaksa mengungsi akibat banjir," kata Juru Bicara DMC, Pradeep Kodippili, dikutip Minggu (30/11/2025).


Presiden Anura Kumara Dissanayake mengaktifkan kewenangan darurat, memberikan wewenang luas kepadanya untuk mengelola dampak kerusakan akibat hujan lebat selama seminggu di seluruh pulau.

Kodippili mengonfirmasi bahwa 153 orang tewas.

Di antaranya adalah 11 penghuni panti jompo yang terendam banjir di distrik Kurunegala bagian tengah-utara pada Sabtu sore, kata polisi.

Pasukan dari angkatan darat, laut, dan udara telah dikerahkan bersama pekerja sipil dan sukarelawan untuk membantu upaya penyelamatan.

Militer menyelamatkan 69 penumpang bus pada Sabtu, termasuk seorang turis Jerman, yang terjebak di distrik Anuradhapura setelah operasi selama 24 jam.

Seorang penumpang, yang berbicara dari rumah sakit, menggambarkan bagaimana prajurit angkatan laut membantu mereka naik ke atap rumah terdekat setelah menggunakan tali untuk membimbing mereka dengan aman melalui air banjir.

"Kami sangat beruntung... saat kami berada di atap, sebagian atap itu runtuh... tiga wanita jatuh ke air, tetapi mereka dibantu kembali ke atap," kata W. M. Shantha.

Sebuah helikopter harus membatalkan upaya penyelamatan awal karena hembusan angin dari baling-balingnya mengancam akan menghancurkan atap tempat mereka bertengger. Mereka kemudian diselamatkan oleh kapal-kapal angkatan laut.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Produk Impor "Ancam" Bisnis Karoseri, Pengusaha Minta Bantu Ini