Korban Jiwa Banjir Bandang Asia Tenggara Sudah Tembus 321
Jakarta, CNBC Indonesia - Korban jiwa akibat banjir bandang yang melanda sebagian besar kawasan di Asia Tenggara terus bertambah. Melansir Reuters, total kematian tercatat telah mencapai 321 orang.
Otoritas setempat masih bejibaku untuk melakukan evakuasi, memulihkan listrik dan komunikasi, serta menangani tahap awal pemulihan ketika air mulai surut.
Benana ini dipicu hujan deras selama sepekan akibat siklon yang memicu badai tropis langka di Selat Malaka. Indonesia, Malaysia, Sri Lanka dan Thailand menjadi negara yang paling terdampak. Sementara di negara Asia Selatan yakni Sri Lanka sebanyak 46 orang tewas akibat topan kata pihak berwenang.
Indonesia
Pulau Sumatera menjadi wilayah terdampak terparah di Indonesia. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 174 orang meninggal dunia pada hari Jumat (28/11/2025).
Meskipun hujan telah reda, 79 orang masih hilang dan ribuan keluarga telah mengungsi, tambahnya. Warga di wilayah Padang Pariaman, Sumatra, tempat total 22 orang meninggal dunia, harus berjuang melawan ketinggian air setidaknya 1 meter, dan masih belum terjangkau oleh petugas SAR pada hari Jumat.
"Kami kehabisan persediaan dan makanan," kata Muhammad Rais, seorang warga berusia 40 tahun dikutip dari Reuters, Sabtu (29/11/2025).
Di kota Batang Toru, Sumatera Utara, warga pada hari Jumat menguburkan tujuh korban yang tidak diklaim di sebuah kuburan massal. Jenazah yang membusuk, terbungkus plastik hitam, diangkat dari bak truk ke sebidang tanah yang luas sementara orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut menutup hidung mereka.
Komunikasi masih terputus di beberapa wilayah pulau, dan pihak berwenang sedang berupaya memulihkan listrik dan membersihkan jalan-jalan yang terblokir puing-puing tanah longsor.
Thailand
Pemerintah Thailand menyatakan bahwa 145 orang tewas akibat banjir di delapan provinsi di selatan. Lebih dari 3,5 juta orang terdampak. Di kota Hat Yai, wilayah yang paling parah terkena dampak banjir di Thailand, hujan akhirnya reda pada hari Jumat, tetapi penduduk masih terendam banjir setinggi mata kaki dan banyak yang masih tanpa listrik sementara mereka menaksir kerusakan properti mereka selama seminggu terakhir.
Salah satu penduduk mengatakan ia kehilangan segalanya. Beberapa penduduk mengatakan mereka tidak terkena dampak banjir terburuk, tetapi masih merasakan dampaknya.
"Ini memengaruhi segalanya bagi kami, dalam segala hal," kata Somporn Petchtae, 52 tahun.
"Tempat tinggal saya tidak banjir, tetapi saya terjebak seperti di pulau karena tidak bisa pergi ke mana pun," ujarnya.
Malaysia
Di negara tetangga Malaysia, tempat dua orang dipastikan tewas, badai tropis Senyar mendarat sekitar tengah malam dan sejak itu melemah. Otoritas meteorologi masih bersiap menghadapi hujan lebat dan angin kencang, serta memperingatkan bahwa gelombang laut yang tinggi dapat menimbulkan risiko bagi perahu-perahu kecil.
Sebanyak 30.000 pengungsi masih berada di tempat penampungan, turun dari lebih dari 34.000 pada hari Kamis.
Kementerian Luar Negeri Malaysia mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka telah mengevakuasi 1.459 warga negara Malaysia yang terdampar di lebih dari 25 hotel yang dilanda banjir di Thailand, dan menambahkan bahwa mereka akan berupaya menyelamatkan 300 warga negara lainnya yang masih terjebak di zona banjir.
(fsd/fsd)[Gambas:Video CNBC]