Tol Baru Jakarta-Bandung Super Cepat, Kurang dari Sejam
Jakarta, CNBC Indonesia - Pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan sepanjang 62 kilometer terus dikebut. Ruas ini masih dalam tahap konstruksi namun progres di berbagai paket sudah menunjukkan perkembangan signifikan.
Tol Japek II Selatan nantinya akan menghubungkan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta di Jati Asih, Bekasi, hingga bertemu Jalan Tol Purbaleunyi di Sadang, Purwakarta. Kehadiran jalur baru ini menjadi akses alternatif menuju wilayah Jawa Barat dari sisi selatan.
Mengacu pada laporan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Minggu (27/9/2025), Paket 1 Jati Asih-Setu sepanjang 7,25 km mencatat progres pembebasan lahan 10,22%. Ruas tersebut menjadi bagian penting untuk memperkuat integrasi jaringan tol di kawasan selatan Jakarta.
Paket 2A Setu-Sukaragam sepanjang 10,50 km telah mencapai 65,98% untuk konstruksi dan 83,89% pada pembebasan lahan. Sementara Paket 2B Sukaragam-Bojongmangu sepanjang 13 km sudah menuntaskan pembebasan lahan 99,05% dan progres konstruksi 62,04%.
Untuk paket terakhir, konstruksi Paket 3 Bojongmangu-Sadang sepanjang 31,25 km sudah berada pada level 92,88% pada segmen 8,50 km, sementara pembebasan lahannya mencapai 98,79%.
Jika seluruh seksi telah beroperasi penuh, tol ini diproyeksikan memangkas signifikan waktu tempuh dari Jakarta menuju Purwakarta dan kawasan sekitarnya. Terdapat tujuh gerbang tol yang akan melayani pengguna jalan, yaitu: Jati Asih, Bantar Gebang, Setu, Sukaragam, Taman Mekar, Kutanegara, dan Sadang. Mobilitas masyarakat dan distribusi logistik juga diyakini akan semakin efisien.
Dengan nilai investasi Rp 14,69 triliun dan masa konsesi 35 tahun, Jalan Tol Japek II Selatan diperkirakan mampu mempercepat perjalanan Jakarta-Bandung hingga hanya sekitar 45 menit, dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam.
"Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan dibangun sebagai jalur alternatif menuju dan dari Jawa Barat hingga seterusnya, sekaligus untuk mendukung konektivitas antarwilayah. Saat ini, beberapa seksi telah memasuki tahap konstruksi dan telah difungsikan secara terbatas pada Lebaran 2025. Kehadiran tol ini diharapkan memperlancar mobilitas sekaligus mendorong pengembangan kawasan industri, permukiman, dan pariwisata di sepanjang koridornya," tulis BPJT.
(fab/fab)