Geger Pesawat Mendarat Darurat, 6.000 Unit Airbus Langsung Ditindak
Jakarta, CNBC Indonesia - Ribuan pesawat komersial paling populer di dunia diminta segera melakukan perawatan. Airbus menemukan bahwa badai matahari yang intens seperti flare dapat menyebabkan pilot kehilangan kendali.
Khususnya pada pesawat seri Airbus A320, termasuk A319, A320, dan A321. Setidaknya ada 6.000 pesawat berbadan sempit ini perlu diperbaiki, supaya terhindar dari masalah saat penerbangan.
"Analisis terhadap kejadian baru-baru ini yang melibatkan pesawat keluarga A320 mengungkap bahwa radiasi matahari yang intens dapat merusak data yang krusial bagi fungsi kontrol penerbangan," ujar Airbus dalam sebuah pernyataan, mengutip CNN International, Sabtu (29/11/2025).
Pada 30 Oktober, JetBlue Flight 1230, yang menggunakan pesawat berjenis A320, tiba-tiba turun secara drastis saat penerbangannya dari Cancun (Meksiko) menuju Newark (New Jersey). Pesawat harus melakukan pendaratan darurat di Tampa, Florida. Kejadian itu membuat 15 orang harus dibawa ke rumah sakit.
Airbus yang menyelidiki insiden tersebut dan pada hari Jumat memberi tahu maskapai melalui "Alert Operators Transmission" bahwa perbaikan diperlukan.
Perusahaan percaya ini kejadian pertama yang terjadi. Tetapi mengatakan mereka telah "bekerja secara proaktif dengan otoritas penerbangan... dengan mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama dan mutlak."
Diketahui, Seri Airbus A320 itu menggunakan kontrol fly-by-wire atau sistem gerakan fisik dari pilot diteruskan melalui komputer yang kemudian menyesuaikan permukaan kendali pesawat.
Direktur kelaikan udara dari Uni Eropa juga mengharuskan maskapai melakukan perbaikan sebelum pesawat dapat membawa penumpang lagi. Setidaknya, sebagian besar pesawat bisa diperbaiki dalam waktu sekitar dua jam.
American Airlines memiliki sekitar 340 pesawat yang perlu diperbarui, menurut pernyataan maskapai.
"Mengantisipasi direktif kelaikan udara darurat dari EASA dan FAA, American mulai mengidentifikasi dan menyelesaikan pembaruan perangkat lunak, dan kami memperkirakan sebagian besar pesawat akan selesai hari ini dan besok," bunyi pernyataan tersebut.
Meski maskapai AS itu mengatakan adanya "beberapa keterlambatan" akibat pekerjaan ini, mereka fokus penuh untuk membatasi pembatalan perjalanan. Terutama bagi pelanggan yang kembali dari perjalanan liburan.
Maskapai berharap semua perbaikan selesai pada hari Minggu (30/11/2025), waktu setempat.
Maskapai lainnya seperti, Delta Air Lines menyebutkan kurang dari 50 pesawat A321neo mereka akan terdampak, dan pekerjaan harus selesai pada Sabtu pagi.
"Karena keselamatan adalah yang utama, Delta akan sepenuhnya mematuhi direktif ini dan mengharapkan dampak operasional yang terjadi terbatas," kata maskapai tersebut
United dan Southwest Airlines tidak memiliki pesawat yang terdampak.Sedangkan JetBlue belum segera merespons permintaan CNN terkait rencana perbaikan mereka.
(fab/fab)[Gambas:Video CNBC]