Internasional

Negara NATO Ini Tak Sudi Terima Kapal Israel, Tolak Pesawat Melintas

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Sabtu, 30/08/2025 12:40 WIB
Foto: Demonstran pro-Palestina mengambil bagian dalam unjuk rasa untuk memprotes pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Iran, di Istanbul, Turki, 31 Juli 2024. (REUTERS/Dilara Senkaya)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Turki melarang kapal-kapal Israel untuk berlabuh di pelabuhannya, begitu juga kapal Turki dilarang untuk berlabuh di Israel. Selain itu Turki juga memberlakukan pembatasan pada pesawat yang memasuki wilayah udaranya.

Hal ini diungkapkan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada Jumat (29/8/2025) saat berkomentar kepada parlemen terkait langkah-langkah yang diambil Turki terhadap Israel karena perang di Gaza.

Turki mengecam keras serangan Israel di Gaza dan menuduhnya melakukan genosida di wilayah Palestina, meski dibantah oleh Israel.


Untuk itu, Angkara telah menghentikan semua perdagangan dengan Israel dan menyerukan tindakan internasional terhadapnya. Termasuk mendesak negara-negara adidaya untuk berhenti mendukung Israel.

Sumber-sumber Reuters mengatakan pekan lalu bahwa otoritas Turki juga mulai secara informal mewajibkan agen pelayaran untuk memberikan surat yang menyatakan kapal tersebut tidak terkait dengan Israel, serta tidak membawa kargo militer yang berbahaya ke negaranya.

Selain itu sumber juga mengatakan bahwa kapal berbendera Turki akan dilarang singgah di pelabuhan-pelabuhan Israel.

"Kami telah sepenuhnya memutus perdagangan dengan Israel, kami telah menutup pelabuhan-pelabuhan kami untuk kapal-kapal Israel, dan kami tidak mengizinkan kapal-kapal Turki untuk berlabuh di pelabuhan-pelabuhan Israel," kata Fidan.

"Kami tidak mengizinkan kapal kontainer yang membawa senjata dan amunisi ke Israel memasuki pelabuhan kami, dan pesawat terbang memasuki wilayah udara kami," sambungnya.

Sumber diplomatik Turki kemudian mengklarifikasi bahwa yang dimaksud FIdan adalah penerbangan pemerintah Israel dan penerbangan yang membawa senjata ke Israel.

Fidan juga mengatakan bahwa sudah mendapatkan persetujuan dari presiden untuk mengirimkan bantuan melalui udara ke Gaza.

"Pesawat kami sudah siap, setelah Yordania memberikan persetujuannya, kami akan siap berangkat," ujarnya kepada para anggota parlemen.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Israel Terpojok Saat RI, Inggris - UE Dukung Palestina Merdeka