Penjualan Mobil RI Seret Efek Bayar Pajak Lebih Mahal 8% Vs Thailand?

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
29 August 2025 18:10
Warga antre untuk melakukan pemeriksaan fisik kendaraan wajib pajak untuk pengurusan pembayaran pajak kendaraan bermotor di kantor Samsat Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (11/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Warga antre untuk melakukan pemeriksaan fisik kendaraan wajib pajak untuk pengurusan pembayaran pajak kendaraan bermotor di kantor Samsat Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (11/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pajak Kendaraan di Indonesia disebut menjadi yang paling mahal di dunia, akibatnya penjualan mobil di Indonesia belakangan terhambat. Kalangan pabrikan mengakui, hal ini membuat penjualan sedikit terhambat.

Akibat kondisi ini, harga mobil di Indonesia diprediksi bakal sulit turun atau lebih bersaing dibanding negara tetangga.

"Yang ngomong orang Amerika Serikat dari Otomotif Council bilang ke saya pajak di negara kamu paling tinggi di dunia," ujar Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara di Jakarta, dikutip Jumat (29/8/2025).

Di Indonesia, setiap mobil baru otomatis terkena berbagai pungutan, mulai dari Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), hingga pajak daerah seperti Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Sementara, di Thailand disebut tidak ada pungutan BBNKB, sedangkan di Indonesia tarif BBNKB bisa sampai 12,5 persen. Selain itu, nilai PPN di Indonesia juga lebih mahal.

"Bandingkan kita dengan Thailand itu yang paling berbeda jauh itu BBNKB, sama PPN, kita PPN kita 11 persen, Thailand 7 persen," kata Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Riyanto.

Artinya sistem perpajakan kendaraan di Thailand jauh lebih kompetitif dibandingkan Indonesia.

"Kalau di Indonesia, pajak itu kira-kira 40 persen. Di Thailand, sekitar 32 persen," kata Riyanto.

Sehingga harga akhir mobil yang dibayarkan oleh pembeli menjadi lebih mahal.

"Sehingga, kalau mau kompetitif dengan Thailand, perlu ada pengorbanan. Sulit bagi kita menurunkan harga mobil kalau pajaknya masih setinggi sekarang," sebut Riyanto.


(dce)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tak Terduga! Bukan Harga, Ini Alasan Utama Orang RI Beli Mobil Listrik

Tags

Related Articles
Recommendation
Most Popular