PPATK Kini Punya 'Mesin Pemantau' Khusus Aliran Anggaran MBG

Arrijal Rachman , CNBC Indonesia
Jumat, 29/08/2025 12:10 WIB
Foto: CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) meluncurkan sistem khusus yang ditujukan untuk mendeteksi aliran dana mencurigakan untuk program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Sistem itu diberi nama Deteksi Dini Transaksi Keuangan Mencurigakan pada Program Makan Bergizi Gratis (Detak MBG) dan disebut-sebut merupakan hasil amanat langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Peluncuran Detak MBG ini ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PPATK dengan Badan Gizi Nasional (BGN) pada 28 Agustus 2025.


"Presiden mengamanatkan agar pemerintah menjaga setiap rupiah uang rakyat," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dikutip dari siaran pers, Jumat (29/8/2025).

Detak MBG ini merupakan hasil kerja sama antara PPATK, BGN, dan perbankan dalam memantau Transaksi Keuangan Mencurigakan (TKM) guna melakukan deteksi dini terhadap penyalahgunaan dana dalam program MBG.

Deputi Bidang Promosi dan kerja sama BGN Nyoto Suwignyo mengatakan, BGN menyambut baik Detak MBG karena akan membentuk tata kelola yang baik dan terpadu untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan akuntabel serta bebas dari penyalahgunaan dana.

"Detak MBG akan membantu mendeteksi penyalahgunaan anggaran sehingga kerugian negara dapat diminimalkan. Selain itu, Detak MBG juga akan menjaga integritas program strategis pemerintah, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta mencegah tindak pidana lanjutan seperti korupsi atau pencucian uang," sebagaimana tertulis dalam siaran pers PPATK.

Dalam acara Launching Sistem Detak MBG, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini yang menjadi pembicara kunci mengatakan, pentingnya kolaborasi dari berbagai pihak untuk memastikan akuntabilitas dalam penyelenggaraan program prioritas Presiden, termasuk MBG.

Rini menyebut program sebesar MBG, yang melibatkan jaringan distribusi yang luas dan ribuan pemangku kepentingan, ibarat sebuah bahtera raksasa yang berlayar di samudra luas. Semua pihak harus bahu-membahu menjaga agar bahtera ini tidak bocor.

"Kebocoran sekecil apa pun dalam anggaran negara adalah sebuah pengkhianatan terhadap kepercayaan publik dan pencurian terhadap hak anak-anak kita untuk bertumbuh secara optimal," tegasnya.

Ia pun berharap sistem ini nantinya bisa terkoneksi dengan Portal Digital Terintegrasi untuk Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

"Kami berharap nanti ke depannya Detak MBG ini dapat digabungkan dengan INAgov, agar sistem ini dapat dikolaborasikan dengan sistem dari instansi lain" ungkapnya.


(arj/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pengumuman! PPATK Buka 122 Juta Rekening Dormant